Cara Menghitung Weton Jodoh dan Maknanya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat kepercayaan pada masyarakat Jawa mengenai cara menghitung weton jodoh yang bisa digunakan untuk mengetahui karakter sosok calon pasangan, melihat kecocokan dengan pasangan, sampai menentukan hari pernikahan.
Lantas, bagaimanakah cara menghitung weton jodoh tersebut?
Cara Menghitung Weton Jodoh
Dalam perhitungan Jawa terdapat neptu/weton sebagai dasar perhitungannya. Weton adalah hari kelahiran dalam kalender Jawa, yang bisa kita ketahui dengan cukup mudah saat ini dengan mencarinya di laman peramban online.
Dalam buku yang berjudul Upacara Pengantin Jawa karya Purwadi (2007) dijelaskan bahwa, Perhitungan Jawa atau yang disebut petungan Jawi merupakan perhitungan baik dan buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari, tanggal, bulan, tahun, pranata mangsa, wuku dan lain-lain.
Panduan weton yang paling populer berasal dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (KPBA). Dalam KPBA disebutkan cara untuk menghitung weton jodoh adalah sebagai berikut:
Jumlah weton kedua pasangan dibagi bilangan 5 lalu lihat lagi sisanya.
Panduan angka sisa dari jumlah weton pasangan yang sudah dibagi 5 seperti di bawah ini:
Sisanya 1, disebut Sri (bagus)
Sisanya 2 disebut Dana (bagus)
Sisanya 3 tidak bagus karena salah satu akan sakit-sakitan
Sisanya 4 tidak bagus, karena akan ada yang meninggal
Sisa 5 disebut Lungguh (bagus)
Contoh, wanita memiliki weton Selasa Legi dan pria memiliki weton Minggu Pahing, maka jumlah neptunya adalah
Selasa Legi + Minggu Pahing = 3 + 5 + 5 + 9 = 22
Hasil tersebut dibagi dengan angka 5, maka 22:5 = 4 sisa 2 (Dana) yang mempunyai arti bagus.
Angka sisa dari menghitung weton jodoh inilah yang digunakan untuk menghitung kecocokan dengan pasangan.
Jika menemukan hasil yang tidak baik, pasangan masih bisa menikah, tetapi harus ada syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan wetonnya.
Semoga berguna ya! (Adelliarosa)
