Cara Menjawab Adzan dan Doanya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adzan merupakan salah satu tanda masuknya waktu sholat. Ketika adzan dikumandangkan maka seorang muslim memahami bahwa itu adalah waktunya untuk menunaikan sholat fardhu, yakni subuh, dzuhur, asar, maghrib, dan isya. Orang yang mengumandangkan adzan adalah muadzin. Adapun syarat-syarat seseorang bisa menjadi muadzin (An Nakhrawie, 2020: 10), yaitu:
Beragama Islam
Berakal sehat
Laki-laki
Tertib (membaca adzan dan iwamah secara berurutan).
Syarat tersebut dijelaskan dalam buku yang berjudul “Praktis & Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah”, An Nakhrawie (2020:10). Walaupun adzan selalu dikumandangkan oleh muadzin di setiap masuk waktu sholat, hukum dari mengumandangkan adzan ini adalah sunnah. Adzan disunnahkan untuk dikumandangkan ketika akan melaksanakan sholat fardhu baik berjamaah maupun sendirian. Adapun bacaan adzan, yaitu:
Allahu akbar, Allahu akbar (2X)
Asyhadu alla illaaha illallaah (2X)
Asyhadu anna Muhammadar rasulullah (2X)
Hayya ‘alashshalaah (2X)
Hayya ‘alalfalaah (2X)
Allahu akbar, Allahu akbar (2X)
Laa Ilaaha illallaah (2X)
Artinya:
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
Marilah Sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah
Cara Menjawab Adzan
Ketika mendengarkan adzan, ada pula amalan sunnah baginya. Amalan tersebut adalah sunnah menjawab kalimat adzan dan iqamah yang didengarnya. Bacaan untuk menjawab adzan adalah sama seperti lafal adzan yang dibaca oleh muadzin. Kecuali, pada kalimat Hayya ‘alashshalaah dan Hayya ‘alalfalaah. Dua kalimat tersebut dijawab dengan Laa haula walaa quwwata illaa billaah. Cara menjawab ini hanya berlaku untuk adzan dzuhur, asar, maghrib, dan isya, ya!
Bacaan Doa Setelah Adzan
Setelah adzan selesai, maka Anda dapat membaca doa berikut ini.
Allaahumma robba haadzihid da'watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, 'aaliyatar rofii'ah, wab'atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa'adtah, innaka laa tukhliful mii'aadz.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan ini, berikanlah dengan limpah karuniaMu kepada Nabi Muhammad kedudukan dan keutamaan (paling tinggi) dan limpahkanlah kepadanya tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan".
Itulah cara menjawab adzan serta doa setelah adzan. Jika Anda adalah seorang ahli agama dan menemukan kekeliruan pada artikel ini, mari cerahkan umat melalui komentar yang baik di bawah ini, ya! Semoga Allah SWT selalu merahmati kita semua, aamiin. (AA)
