Cara Mewujudkan Toleransi dalam Keberagaman Agama dan Kepercayaan
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari aneka macam keberagaman, di antaranya adalah keberagaman agama dan kepercayaan. Supaya terjalin kerukunan di antara umat beragama dan kepercayaan di Indonesia, dibutuhkan toleransi dalam masyarakat.
Toleransi berari tenggang rasa. Menurut buku Toleransi Beragama oleh Dwi Ananta Devi (2020: 2-5), konsep toleransi mengarah pada sikap terbuka dan mau mengakui adanya berbagai macam perbedaan dari berbagai segi kehidupan. Toleransi adalah suatu bentuk saling menghargai antar umat beragama dan kepercayaan.
Dasar Hukum Kebebasan Beragama
Indonesia, sebagai negara hukum, menjamin warganya memeluk agama dan kepercayaannya dengan aman dalam dasar hukum berikut ini:
Pasal 28E ayat (1) UUD 1945: Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Ayat (2), setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran, dan sifat sesuai hati nuraninya.
Pasal 29 ayat (2): Negara menjamin kemerdakaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.
Pasal 22 ayat (1) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Pasal 22 ayat (2): Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.
Cara Mewujudkan Toleransi dalam Keberagaman Agama dan Kepercayaan di Indonesia.
Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan warga negara Indonesia dalam mewujudkan toleransi antar umat beragama dan kepercayaan di Indonesia:
Tidak membeda-bedakan orang menurut agamanya.
Menghormati umat bergama lain yang akan melaksanakan ibadahnya.
Menghormati umat beragama yang sedang merayakan hari besar keagamaannya.
Memberi ucapan selamat kepada umat beragama lain yang sedang merayakan hari besar keagamaannya.
Tidak berisik atau menganggu tetangga yang sedah beribadah.
Itulah penjelasan mengenai sikap toleransi dan uraian mengenai cara mewujudkan toleransi dalam keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan anda. (IND)

