Konten dari Pengguna

Cara Terjadinya Bunyi Angklung Supaya Terdengar Merdu

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angklung. (Foto: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Angklung. (Foto: https://pixabay.com)

Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Dikutip dari buku Rangkuman Materi Kelas 4 SD Tematik Kurikulum 2013 Revisi yang ditulis oleh Soal Tematik (2019), cara memainkan dan cara terjadinya bunyi angklung adalah dengan menggoyangkan batang bambu.

Angklung dapat berbunyi karena benturan tabung resonator besar dan resonator terkecil dengan tabung dasar. Getaran yang dihasilkan akan diperkuat oleh resonator, sehingga bunyi akan dihasilkan.

Sejak November 2010, angklung telah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan dunia dengan kategori Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Angklung memiliki banyak jenis, dua di antaranya adalah angklung kanekes dan angklung dogdog lojor.

Angklung kanekes merupakan angklung yang dimainkan oleh masyarakat Kanekes (Baduy), sedangkan angklung dogdog lojor merupakan angklung yang terdapat di lingkungan masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan.

Angklung. (Foto: https://pixabay.com)

Cara Terjadinya Bunyi Angklung Supaya Terdengar Merdu

Cara memainkan sebuah musik angklung pada dasarnya sangat mudah, yaitu memegang rangka angklung dengan satu tangan dan tangan yang lain menggoyangkannya. Dikutip dari buku Top One Ulangan Harian SMA/MA IPA Kelas X: Pilihan Cerdas Menjadi Bintang Kelas yang ditulis oleh Tim Super Tentor (2018: 48), terdapat tiga teknik dasar menggoyangkan angklung:

1. Kurulung (getar)

Merupakan teknik yang paling umum dipakai, yang mana satu tangan memegang rangka angklung dan tangan lainnya menggoyangkan angklung sesuai dengan nada yang diinginkan hingga tabung-tabung bambu silih beradu.

2. Cetok (sentak)

Merupakan teknik yang mana tabung dasar ditarik dengan cepat oleh jari ke telapak tangan kanan, sehingga angklung akan berbunyi sekali saja (staccato).

3. Tengkep

Merupakan teknik yang mirip dengan kurulung, tetapi salah satu tabung ditahan agar tidak ikut bergetar.

Dahulu kala, angklung digunakan sebagai penyemangat dalam pertempuran. Namun, keberadaan angklung saat ini tidak lagi digunakan sebagai penyemangat dalam pertempuran. Angklung dapat digunakan untuk mendongkrak pariwisata hingga ke mancanegara. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)