Cegah Pergaulan Bebas dengan Menerapkan Pola Asuh yang Komunikatif

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pergaulan bebas adalah perilaku pertemanan yang tidak terikat atau tidak patuh pada norma-norma yang berlaku di masyarakat. Norma-norma tersebut meliputi norma agama, norma kesusilaan norma kesopanan, norma hukum, dan/atau norma adat.
Pada umumnya, pergaulan bebas sering dilakukan oleh orang-orang di usia remaja. Adapun jenis-jenis pergaulan bebas, yaitu:
Merokok dan Penyalahgunaan narkoba
Melakukan seks bebas di luar pernikahan atau dengan banyak orang.
Sering menghabiskan waktu di dunia malam (party, clubbing, dan sejenisnya).
Pergaulan Bebas Bisa dicegah
Jika pepatah berkata, “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Hal tersebut adalah solusi yang tepat untuk menanggulangi pergaulan bebas, khususnya pada remaja. Peralihan dari usia anak menuju usia remaja adalah fase-fase yang riskan. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting untuk menanggulangi permasalahan ini.
Salah satu cara yang baik untuk dilakukan adalah dengan mengenalkan prinsip-prinsip agama dan kesopanan sedini mungkin. Misalnya, mengenalkan cara beribadah, cara berdoa, dan menerapkan sopan santun seperti mengucapkan tolong, maaf, serta terima kasih. Ada hal penting yang harus para orang tua ingat, buatlah anak untuk nyaman berkomunikasi.
Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik untuk anak agar kelak ia percaya bahwa ia tak perlu mencari orang lain atau bahkan pacar untuk mengutarakan isi hatinya.
Orang tua juga perlu mengenal teman-teman anak dan masuk ke dunianya. Hal ini diperlukan agar anak merasa nyaman dan tak sungkan untuk berbagi informasi tentang siapa temannya.
Jangan memarahi anak tanpa sebab. Selalu berikan penjelasan mengapa Anda tidak suka dan tanyakan mengapa anak melakukan hal yang Anda tidak suka. Tujuannya, agar anak terbiasa untuk berdiskusi.
Mari rancang komunikasi yang efektif pada anak agar ia terbiasa untuk terbuka dengan orang tua. Semakin dekat anak dengan agama dan orang tuanya, akan semakin kecil kemungkinan ia terjerumus pada pergaulan bebas. (AG)
