Konten dari Pengguna

Cerita Menara Babel pada Alkitab Agama Kristen

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Menara Babel. (Foto: Tama66 by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menara Babel. (Foto: Tama66 by https://pixabay.com)

Dalam agama Kristen, cerita-cerita Alkitab dapat menanamkan benih iman, membuka wawasan berpikir, mengajarkan perbedaan yang baik dan buruk, serta mendorong anak untuk percaya. Salah satu cerita Alkitab yang dapat diceritakan kepada anak adalah Menara Babel yang tertulis dalam ayat Alkitab Kejadian 11: 1–19.

Sebelum membaca cerita Alkitab, anak dapat diminta untuk berdoa terlebih dahulu agar tersentuh oleh kasih Allah. Artikel kali ini akan menceritakan cerita Menara Babel dalam Alkitab. Harapannya, anak dapat bertumbuh dan berkembang dengan firman Allah.

Cerita Menara Babel

Ilustrasi Menara Babel. (Foto: Eltsef by https://pixabay.com)

Berikut adalah cerita Menara Babel yang dikutip dari buku 100 Cerita Alkitab untuk Anak-anak yang ditulis oleh Igrea Siswanto (2021: 12):

Pada waktu itu, semua orang berbahasa sama. Semua orang dapat mengerti satu sama lain. Suatu hari, sejumlah suku mengadakan perjalanan ke timur. Di sana, mereka menemukan sebuah tanah yang luas bernama Sinear. Kemudian, orang-orang memutuskan untuk membangun suatu kota yang besar dan merencanakan membangun sebuah menara tinggi puncaknya sampai ke langit. Namun, Tuhan tidak suka dengan kesombongan dan rencana mereka.

Kemudian Tuhan membuat orang-orang itu berbicara dengan bahasa yang berlainan. Lalu, terjadilah kekacauan. Mereka menjadi bingung karena tidak dapat saling mengerti lagi. Mereka lari ke sana ke mari, berteriak-teriak sambil melambai-lambaikan tangan. Mereka benar-benar dibuat bingung dan ketakutan.

Karena tidak saling mengerti, akhirnya mereka berhenti membangun menara itu. Mereka pindah ke berbagai tempat di seluruh muka bumi, sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah.

Itulah sebabnya kota tersebut dikenal dengan nama Babel, karena di situlah Tuhan mengacaubalaukan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.

Tentu menyenangkan mengajarkan sesuatu kepada anak-anak melalui cerita. Dengan cerita, orang tua dapat menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Melalui cerita Menara Babel, orang tua dapat mengajarkan bahwa manusia tidak boleh sombong di hadapan Tuhan, karena Tuhanlah yang berkuasa atas segala sesuatu yang ada di bumi. (CHL)