Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Fungi dan Klasifikasinya dalam Dunia Biologi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungi. Foto: Pixabay

Fungi atau jamur adalah kelompok organisme unik yang sering dikaitkan dengan tumbuhan. Namun sebenarnya, fungi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan tumbuhan.

Merujuk buku Biologi: - Jilid 1 yang ditulis oleh Diah Aryulina, dkk., fungi adalah eukariota dan sebagian besar termasuk eukariota multiseluler.

Walau fungi pernah dikelompokkan ke dalam kingdom tumbuhan, kajian molekuler mencatat bahwa fungi dan hewan kemungkinan berasal dari satu nenek moyang yang sama.

Untuk lebih memahaminya, artikel di bawah ini akan menguraikan secara lengkap ciri-ciri fungi serta klasifikasinya dalam dunia biologi.

Ciri-ciri Fungi

Ilustrasi fungi. Foto: Pixabay

Menurut buku Materi Jamur (Fungi) Kelas X MA Al Azhar karya Lia Ati’ur Rosyidah dan Yuyun Bahtiar, M.Pd., ciri-ciri fungi, antara lain, sebagai berikut:

1. Bersifat Eukariotik

Fungi termasuk dalam kelompok eukariotik yang berarti sel-selnya memiliki inti sel yang dikelilingi oleh membran. Struktur selnya lebih kompleks dibanding organisme prokariotik seperti bakteri.

2. Tidak Memiliki Klorofil

Berbeda dari tumbuhan, fungi tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa melakukan fotosintesis. Sebagai gantinya, fungi mendapatkan nutrisi dari organisme lain melalui cara heterotrof.

3. Bersifat Heterotrof

Fungi memperoleh makanan dengan cara menyerap zat organik dari lingkungan sekitarnya. Berdasarkan cara mendapatkan nutrisi, fungi dibagi menjadi tiga jenis:

  • Saprofit: Menguraikan bahan organik mati (misalnya, jamur pada kayu lapuk).

  • Parasit: Menyerap nutrisi dari organisme hidup dan dapat menyebabkan penyakit (misalnya, jamur penyebab panu).

  • Simbiosis mutualisme: Hidup bersama organisme lain dengan hubungan saling menguntungkan (misalnya, lichen, hasil kerja sama fungi dan alga).

4. Memiliki Dinding Sel dari Kitin

Dinding sel fungi tersusun dari kitin, bukan selulosa seperti pada tumbuhan. Kitin juga ditemukan pada eksoskeleton serangga dan arthropoda lainnya.

5. Berkembang Biak dengan Spora

Fungi berkembang biak secara aseksual dan seksual menggunakan spora. Spora ini dapat tersebar melalui udara, air, atau kontak langsung.

6. Tumbuh di Lingkungan Lembab dan Organik

Fungi lebih mudah tumbuh di tempat yang lembap dan kaya akan bahan organik, seperti kayu lapuk, tanah subur, atau tubuh makhluk hidup.

Baca Juga: Macam-macam Hutan Alam Berdasarkan Iklimnya

Klasifikasi Fungi

Ilustrasi fungi. Foto: Pixabay

Diterangkan dalam buku Biologi Jl. 2 (lux) Ed. 5 terbitan Erlangga, fungi diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan cara reproduksi dan struktur tubuhnya, yaitu:

1. Zygomycota (Jamur Zygospora)

  • Contoh: Rhizopus stolonifer (jamur roti).

  • Ciri khas: Membentuk spora seksual bernama zigospora.

  • Habitat: Lingkungan lembap dan kaya bahan organik.

2. Ascomycota (Jamur Kantung)

  • Contoh: Saccharomyces cerevisiae (ragi), Penicillium (jamur penghasil antibiotik).

  • Ciri khas: Menghasilkan spora dalam struktur berbentuk kantung (askus).

  • Peran: Digunakan dalam industri makanan dan farmasi.

3. Basidiomycota (Jamur Basidium)

  • Contoh: Agaricus bisporus (jamur kancing), Ganoderma (jamur obat).

  • Ciri khas: Menghasilkan spora di dalam basidium.

  • Peran: Beberapa jenis dapat dimakan, sedangkan yang lain bersifat beracun atau memiliki manfaat obat.

4. Deuteromycota (Jamur Tidak Sempurna)

  • Contoh: Candida albicans (jamur penyebab infeksi).

  • Ciri khas: Tidak diketahui cara reproduksi seksualnya.

  • Peran: Beberapa jenis dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

(NDA)