Ciri-ciri Syair yang Indah Beserta Contohnya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dikutip dari buku Be Smart Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Kusmayadi, dkk (2008: 53), syair merupakan salah satu bentuk puisi lama yang paling terkenal dan biasanya ditulis untuk bercerita. Syair yang tertua terdapat pada tahun 1390 pada sebuah batu nisan di Minye Tujoh (Aceh).
Berdasarkan struktur fisiknya, syair sangat terikat oleh jumlah baris dalam satu baik, jumlah suku kata dalam setiap baris, jumlah bait dalam setiap puisi, dan aturan dalam hal rima dan ritma.
Ciri-ciri Syair yang Indah Beserta Contohnya
Beberapa ciri-ciri syair yang wajib kamu ketahui ketika ingin membuat syair:
Syair terdiri atas empat baris/larik dalam setiap bait
Syair tidak memiliki sampiran, sama seperti pantun. Oleh karena itu, semua baris harus memiliki isi dan makna
Syair tidak selesai dalam satu bait
Anonim (nama penciptanya tersembunyi)
Pola rima syair a-a-a-a (rima sama)
Irama terjadi pada setiap pertengahan baris antara empat hingga enam suku kata
Makna syair ditentukan oleh bait-bait berikutnya (hampir sama seperti paragraf dalam cerita)
Adapun contoh syair yang indah sebagai berikut:
1. Wahai Ananda dengarlah pesan
Pakai olehmu sifat anak jantan
Bertanggung jawab dalam perbuatan
Beban dipikul pantang dielakkan
Wahai Ananda intan pilihan
Sifat tanggung jawab engkau amalkan
Berani mencencang terpotong tangan
Berani berhutang tumbuhlah beban
Wahai Ananda permata hikmat
Tanggung jawabmu hendaklah ingat
Berani menanggung sebab akibat
Berani berbuat tangan dikebat
Wahai Ananda intan terserlah
Bertanggung jawab dalam bertingkah
Berani menanggung sakit dan susah
Berani mati mempertahankan lidah
Wahai Ananda Bunda berpesan
Tanggung jawabmu jangan tinggalkan
Sakit dan perih engkau tahankan
Aib dan malu engkau tampungkan
2. Dengarlah tuan mula rencana
Disuratkan oleh dagang yang hina
Karangan janggal banyak tak kena
Daripada paham belum sempurna
Daripada hari sangatlah morong
Dikarang syair seekor burung
Sakitnya kasih sudah terdorong
Gila merawan segenap Lorong
Pertama mula pungguk merindu
Berbunyilah guruh mendayu-dayu
Hatinya rawan bercampur pilu
Seperti diiris dengan sembilu
Pungguk bermadah seraya merawan
Wahai bulan, terbitlah Tuan
Gundahku tidak berketahuan
Keluarlah bulan tercelalah awan
(dari Syair Burung Pungguk)
Sekian ciri-ciri syair beserta contohnya sebagai materi pembelajaran selama PJJ, semoga bermanfaat! (CL)
