Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Syair yang Indah Beserta Contohnya

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
sumber: pixabay

Dikutip dari buku Be Smart Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Kusmayadi, dkk (2008: 53), syair merupakan salah satu bentuk puisi lama yang paling terkenal dan biasanya ditulis untuk bercerita. Syair yang tertua terdapat pada tahun 1390 pada sebuah batu nisan di Minye Tujoh (Aceh).

Berdasarkan struktur fisiknya, syair sangat terikat oleh jumlah baris dalam satu baik, jumlah suku kata dalam setiap baris, jumlah bait dalam setiap puisi, dan aturan dalam hal rima dan ritma.

Ciri-ciri Syair yang Indah Beserta Contohnya

Beberapa ciri-ciri syair yang wajib kamu ketahui ketika ingin membuat syair:

  1. Syair terdiri atas empat baris/larik dalam setiap bait

  2. Syair tidak memiliki sampiran, sama seperti pantun. Oleh karena itu, semua baris harus memiliki isi dan makna

  3. Syair tidak selesai dalam satu bait

  4. Anonim (nama penciptanya tersembunyi)

  5. Pola rima syair a-a-a-a (rima sama)

  6. Irama terjadi pada setiap pertengahan baris antara empat hingga enam suku kata

  7. Makna syair ditentukan oleh bait-bait berikutnya (hampir sama seperti paragraf dalam cerita)

Adapun contoh syair yang indah sebagai berikut:

1. Wahai Ananda dengarlah pesan

Pakai olehmu sifat anak jantan

Bertanggung jawab dalam perbuatan

Beban dipikul pantang dielakkan

Wahai Ananda intan pilihan

Sifat tanggung jawab engkau amalkan

Berani mencencang terpotong tangan

Berani berhutang tumbuhlah beban

Wahai Ananda permata hikmat

Tanggung jawabmu hendaklah ingat

Berani menanggung sebab akibat

Berani berbuat tangan dikebat

Wahai Ananda intan terserlah

Bertanggung jawab dalam bertingkah

Berani menanggung sakit dan susah

Berani mati mempertahankan lidah

Wahai Ananda Bunda berpesan

Tanggung jawabmu jangan tinggalkan

Sakit dan perih engkau tahankan

Aib dan malu engkau tampungkan

2. Dengarlah tuan mula rencana

Disuratkan oleh dagang yang hina

Karangan janggal banyak tak kena

Daripada paham belum sempurna

Daripada hari sangatlah morong

Dikarang syair seekor burung

Sakitnya kasih sudah terdorong

Gila merawan segenap Lorong

Pertama mula pungguk merindu

Berbunyilah guruh mendayu-dayu

Hatinya rawan bercampur pilu

Seperti diiris dengan sembilu

Pungguk bermadah seraya merawan

Wahai bulan, terbitlah Tuan

Gundahku tidak berketahuan

Keluarlah bulan tercelalah awan

(dari Syair Burung Pungguk)

Sekian ciri-ciri syair beserta contohnya sebagai materi pembelajaran selama PJJ, semoga bermanfaat! (CL)