Contoh Aset Tetap, Pengertian, dan Cara Mendapatkannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap badan usaha memiliki aset tetap dan aset lancar. Jika aset lancar merupakan simpanan, maka aset tetap adalah penunjang proses produksi. Agar proses produksi dapat berjalan baik, maka perusahaan perlu memahami pengertian dan contoh aset tetap.
Pengertian Aset Tetap
Mengutip buku PENGANTAR AKUNTANSI, Sunarnoastroatmodjo & Eddy Purnairawan, (2021:58), pengertian aset tetap adalah properti yang dimiliki dan bisa digunakan untuk memperoleh penghasilan.
Aset lancar adalah aset tidak lancar, sehingga bersifat jangka panjang dan diperkirakan tidak akan dijual di dalam jangka waktu yang panjang. Seandainya pun akan dijual, maka proses penjualannya diperkirakan minimal 1 tahun.
Inventaris, seperti pulpen dan buku tulis tidak termasuk aset tetap, karena aset tetap berwujud sebagai properti yang sangat penting dan hanya dibeli atau disewa sekali di dalam beberapa tahun.
Ciri-ciri Aset Tetap
Aset tetap ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Tidak likuid alias sulit untuk diubah ke dalam bentuk uang kas
Memiliki periode manfaat yang lebih dari 1 tahun, sehingga harus bisa digunakan setidaknya 1 tahun di dalam 1 kali masa operasional
Dapat digunakan untuk kegiatan operasional dan mampu menambah penghasilan
Harus terekam di dalam laporan kas perusahaan, pembelian aset tetap merupakan arus kas keluar, sedangkan penjualan aset tetap merupakan arus kas masuk
Contoh Aset Tetap
Agar lebih jelas, simak contoh aset tetap berikut ini:
Tanah
Bangunan, termasuk gedung kantor dan gudang
Kendaraan
Mesin
Furnitur
Perangkat komputer
Cara Mendapatkan Aset Tetap
Lantas, bagaimana cara untuk mendapatkan aset tetap? Nah, aset tetap ini bisa diperoleh dengan cara berikut:
Melalui Hasil Produksi Sendiri
Beberapa perusahaan dapat menghasilkan aset tetap secara mandiri, seperti gedung kantor yang bisa dibangun sendiri. Untuk melakukannya, diperlukan alokasi dana yang jelas dan rinci, mulai dari pembelian bahan dan lahan, pembayaran tenaga kerja, hingga perlindungan asuransi.
Pembelian Tunai
Aset tetap juga bisa dibeli secara tunai. Pencatatannya di dalam buku kas harus sesuai jumlah dana yang dikeluarkan saat transaksi dan termasuk serta biaya lain yang perlu dihabiskan agar aset tetap itu dapat digunakan.
Pembelian Kredit
Selain secara tunai, aset tetap juga bisa dibeli secara kredit. Di dalam transaksi itu, pasti ada bunga yang harus dicatat di baris terpisah di dalam buku kas.
Hadiah atau Donasi
Aset tetap merupakan aktiva yang bisa diperoleh sebagai bentuk hadiah atau donasi, yang berarti perusahaan telah menerima transfer satu arah. Jadi, keuntungan dari aset yang diterima juga harus dijurnalkan.
Penukaran dengan Aset Serupa
Tidak hanya handphone, aset tetap juga bisa ditukar tambah, lho, salah satunya dengan aset serupa. Untuk mencatatnya di dalam jurnal, cantumkan pula harga perolehan, harga pasar, dan jumlah kekurangan biaya yang harus dibayar jika ada.
Penukaran dengan Surat Berharga
Terakhir, aset tetap juga bisa ditukarkan dengan surat berharga, sehingga komponen yang harus ditulis dalam jurnal adalah harga properti yang diserahkan, harga pasar, dan jumlah penyusutan jika terjadi.
Berdasarkan deretan contoh aset tetap di atas, silakan pertimbangkan manakah yang paling Anda butuhkan saat ini dan cara paling tepat untuk mendapatkannya. (BRP)
