Contoh Kalimat Bahasa Melayu bagi yang Ingin Mempelajarinya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Melayu sebagai bahasa sehari-hari banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di Pulau Sumatera dan Kalimatan, dan sebagai bahasa resmi dari negara Brunei Darussalam dan Malaysia, selain bahasa Inggris. Karena lokasi yang berdekatan dengan Indonesia, ada beberapa persamaan kalimat-kalimat dalam bahasa Melayu yang digunakan masyarakat kedua negara. Contoh kalimat Bahasa Melayu tersebut dijelaskan dalam artikel berikut ini.
Sejarah Bahasa Melayu
Dikutip dari buku Bahasa Melayu Bahasa Dunia: Sejarah Singkat, James T. Collins dan Alma Evita Almanar (2005: 1) dijelaskan bahwa sejarah Bahasa Melayu adalah anggota terpenting dari kerabat Bahasa Austonesia yang memiliki batasan luas diluncurkan dari peradaban Asia Timur, sepuluh ribu tahun yang lalu.
Bahasa melayu juga termasuk kerabat besar dari berbagai bahasa, setelah bangsa Eropa sampai di Asia Tenggara. Hubungan antara Bahasa Melayu dan bahasa-bahasa Madagaskar baru diketahui pada awal tahun 1600an.
Jadi Bahasa Melayu sudah ada sejak lama di wilayah Asia Tenggara terutama di Malaysia dan Indonesia. Bahasa Melayu yang ada di Malaysia pada dasarnya sama dengan Bahasa Melayu yang ada di Indonesia. Bahasa Melayu di kedua negara ini dipengaruhi oleh Bahasa-bahasa asing lainya seperti Inggris dan Portugis.
Sebagai contoh ada beberapa kata dalam Bahasa Melayu Malaysia terutama yang diserap dari Bahasa Portugis, misalnya:
Almari, dari kata Armario
Dadu, dari kata Dado
Kerusi, dari kata Kursi
Garpu, dari kata Garfo
Mentega, dari kata Menteiga
Minggu, dari kata Dominggo
Paderi, dari kata Padre
Sekolah, dari kata Escola
Sabun, dari kata Sabao
Contoh Kalimat Bahasa Melayu
Untuk kalian yang ingin belajar Bahasa Melayu berikut ini ada beberapa contoh kalimat yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari menggunakan Bahasa Melayu:
Akak nak lalu kek taman isok (Kakak akan pergi ke taman besok)
Kekmano engko jemput abah isok? (Dimana kamu jemput ayah besok)
Hapi yang akak jemput kek sekolah? (Siapa yang kaka jemput di sekolah?)
Mae yang emo beli? (Apa yang ibu beli?)
Endakke engko ikut kek pante besok? (Maukah engkau ikut ke pantai besok?
Endapke ghasi masakan ne? (Enakkah rasa masakan ini?)
Udahkah Engko basoh pinggan ne? (Sudahkah engkau cuci piring ini?)
Demikian sejarah Bahasa Melayu dan contoh kalimat Bahasa Melayu bagi yang ingin mempelajarinya. (WWN)
