Contoh Penerapan IPTEK yang Tidak Selaras dengan Nilai Keagamaan

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh penerapan IPTEK yang tidak selaras dengan nilai keagamaan adalah salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi. Kemajuan IPTEK tidak saja digunakan untuk memudahkan manusia, namun seharusnya juga dapat meningkatkan nilai-nilai keagamaan.
IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sebagai makhluk yang berakal, manusia memiliki kemampuan intelektual yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Contoh Penerapan IPTEK yang Tidak Selaras dengan Nilai Keagamaan adalah Penyalahgunaan Teknologi
IPTEK berkembang dengan terikat pada nilai-nilai, yaitu nilai moral, nilai kemanusiaan, dan nilai keagamaan. Contoh penerapan IPTEK yang tidak selaras dengan nilai keagamaan adalah penyalahgunaan teknologi untuk tujuan yang bertentangan dengan ajaran agama.
Contoh penyalahgunaan teknologi yang bertentangan dengan nilai keagamaan antara lain sebagai berikut.
Teknologi yang dikembangkan dengan tujuan merusak nilai-nilai moral dan budaya dalam masyarakat yang berbasis agama.
Menyebarkan berita hoax atau informasi palsu yang akan memengaruhi pandangan dan keyakinan agama.
Teknologi yang hanya akan menimbulkan skeptisisme dan keraguan terhadap ajaran agama.
Berdasarkan sila pertama Pancasila, IPTEK tidak hanya fokus pada apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan. IPTEK juga wajib mempertimbangkan maksud dan akibatnya dalam kerugian dan keuntungan bagi manusia dan sekitarnya.
Perkembangan IPTEK diimbangi dengan keselarasan nilai keagamaan sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan. Sila pertama menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai sentral, melainkan sebagai bagian yang sistematika dari alam yang diolahnya.
Hubungan IPTEK dan Agama yang Menarik Disimak
Terdapat 3 jenis paradigma mengenai hubungan antara IPTEK dan agama yang menarik untuk disimak. Diambil dari buku Studi Pengantar Pendidikan Agama Islam, Muhammad Husni (2016:87), berikut ini adalah penjelasan paradigmanya.
Paradigma sekuler memandang hubungan agama dan IPTEK merupakan hal yang terpisah satu sama lain. Apa yang dianggap benar oleh agama dianggap tidak benar oleh IPTEK, demikian pula sebaliknya.
Paradigma sosialis menerima kebenaran IPTEK dan agama, dengan anggapan bahwa masing-masing mempunyai wilayah kebenaran yang berbeda. Kebenaran agama dipisahkan sama sekali dari kebenaran IPTEK.
Paradigma netral memandang kebenaran ajaran agama tidak bertentangan dengan kebenaran IPTEK, tetapi juga tidak saling memengaruhi. Kendati ajaran agama tidak bertentangan dengan IPTEK, ajaran agama tidak dikaitkan dengan IPTEK sama sekali.
Baca juga: Dampak Negatif IPTEK di Bidang Politik dan Dampak Positifnya
Contoh penerapan IPTEK yang tidak selaras dengan nilai keagamaan adalah penyalahgunaan teknologi. Teknologi yang digunakan untuk tujuan bertentangan dengan nilai-nilai agama, menjadi dampak negatif perkembangan IPTEK yang perlu diwaspadai.(DK)
