Konten dari Pengguna

Contoh Penerapan Tri Hita Karana dalam Kehidupan dan Sejarahnya

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan. Foto: Unsplash/Dominik Vanyi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan. Foto: Unsplash/Dominik Vanyi

Bagi masyarakat Hindu di Bali, Tri Hata Karana menjadi pegangan yang kuat. Sebab, konsep ini mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan. Inilah yang membuat ada banyak contoh penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan.

Sejarah terciptanya Tri Hita Karana menjadikannya sebagai landasan hidup masyarakat Bali. Inilah yang membuat masyarakat luar Bali tertarik dengan implementasi konsep ini.

Sejarah Tri Hita Karana

Ilustrasi sejarah Tri Hita Karana. Foto: Unsplash/Ruben Hutabarat

Dikutip dari jurnal Genta Hredaya Volume 2 No. 2, I Wayan Padet dan Ida Bagus Wika Krishna (2018), sejarah dari Tri Hita Karana pertama kali muncul pada Konferensi Daerah Badan Perjuangan Umat Hindu Bali di Perguruan Dwijendra Denpasar pada 11 November 1966.

Tri Hita Karana disebut sebagai konsep spiritual, kearifan lokal, sekaligus falsafah hidup masyarakat Hindu Bali yang bertujuan untuk menciptakan keselarasan hidup manusia.

Dari konferensi tersebut, Tri Hita Karana berkembang dan meluas ke masyarakat di Bali. Sebab, ajaran Tri Hita Karana bersifat universal untuk kebahagiaan lahir dan batin.

Tri Hita Karana berasal dari bahasa Sansekerta tiga kata yakni Tri artinya tiga, Hita artinya kebahagiaan atau sejahtera, dan Karana artinya sebab atau penyebab. Singkatnya, Tri Hita Karana mengandung makna tiga penyebab kebahagiaan.

Tiga penyebab kebahagiaan yang ada dalam konsep Tri Hita Karana yakni:

  • Parhyangan, yaitu hubungan harmonis dengan Tuhan. Parhyangan menjelaskan bahwa manusia diharapkan untuk senantiasa sujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Sang Pencipta Alam Semesta beserta isinya.

  • Pawongan merupakan hubungan harmonis dengan sesama manusia. Pawongan diwujudkan dalam hubungan dalam keluarga, hubungan dalam persahabatan, maupun hubungan dalam pekerjaan.

  • Palemahan, yaitu hubungan harmonis dengan alam lingkungan. Palemahan menekankan hubungan antara manusia dengan alam, mencangkup tumbuh-tumbuhan, binatang, dan lainnya.

Contoh Penerapan Tri Hita Karana dalam Kehidupan

Ilustrasi contoh penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan. Foto: Unsplash/Artem Beliaikin

Tri Hita Karana tidak hanya berhenti di wilayah konsep atau pemahanan, tetapi juga wajib diaplikasikan dalam kehidupan. Adapun contoh dari penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan yakni:

  • Parhyangan: Kegiatan belajar mengajar diawali dengan doa bersama, ekstrakurikuler keagamaan, mengadakan kegiatan memperingati hari besar (hari raya).

  • Pawongan: Kerja kelompok, membantu guru, menjadi contoh sebagai seorang yang baik seperti tidak pernah telat masuk sekolah, sopan santun, tidak mengambil hak orang lain, menghargai orang lain.

  • Palemahan: Menanam pohon, tidak merusak fasilitas sekolah dan umum, membersihkan rumah dan lingkungan sekitar, menggunakan listrik seperlunya.

Baca Juga: Mengenal Filosofi dan Makna Ulihan dalam Hindu Bali

Demikianlah penjelasan dari contoh penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan beserta sejarahnya. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan tentang cara hidup yang digunakan masyarakat Hindu di Bali.(MZM)