Konten dari Pengguna

Contoh Penggunaan Sifat Asosiatif dalam Perkalian

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Penggunaan Sifat Asosiatif dalam Perkalian. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Penggunaan Sifat Asosiatif dalam Perkalian. Sumber: pexels.com

Dalam pelajaran matematika, kita belajar mengenai bilangan yang meliputi penggunaan sifat asosiatif dalam perkalian. Ada beberapa macam bilangan dalam matematika, yaitu:

  • Bilangan Bulat

Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan bulat positif, nol, dan bilangan bulat negatif.

Bilangan bulat positif: 1,2,3,4, dan seterusnya.

Bilangan bulat negatif: -1,-2,-3,-4 dan seterusnya.

Bilangan nol: 0

  • Bilangan Cacah

Bilangan cacah adalah bilangan bulat positif yang dimulai dari angka 0 sampai tak terhingga. Contoh: 0, 1,2,3,4,5 dan seterusnya.

  • Bilangan Asli

Bilangan asli adalah bilangan bulat positif yang diawali angka 1 sampai tak terhingga. Contoh: 1,2,3,4,5 dan seterusnya.

Ilustrasi Contoh Penggunaan Sifat Asosiatif dalam Perkalian. Sumber: pexels.com

Operasi Hitung Bilangan Cacah

Berikut ini adalah penjelasan mengenai operasi hitung bilangan cacah berdasarkan buku Genius Matematika Kelas 5 SD oleh Sulis Sutrisna S.Pd (2006:1-3).

Terdapat 3 sifat dalam operasi hitung bilangan cacah, yaitu:

  1. Sifat Komutatif (Pertukaran)

  2. Sifat Asosiatif (Pengelompokan)

  3. Sifat Distributif (Penyebaran)

Berikut ini kita akan belajar mengenai penggunaan sifat asosiatif dalam operasi perkalian bilangan.

Contoh Soal:

2x(3x4) = (2x3)x4

2x12 = 6x4

24=24

12 x (5 x 20) = (12 x 5) x 20

12 x 100 = 60 x 20

1200 = 1200

Pada sifat asosiatif dalam perkalian berlaku rumus:

a x (b x c) = (axb) x c

Artinya:

Pengelompokkan faktor pada perkalian tidak mengubah hasil.

Selain dalam perkalian, sifat asosiatif juga dapat digunakan dalam penjumlahan. Contoh soal cara penggunaan sifat asosiatif dalam penjumlahan adalah:

3 + (4 + 5) = (3 + 4) +5

3 + 9 = (7 + 5)

12 = 12

70 + (26 + 20) = (70 + 26) + 20

70 + 46 = 96 + 20

116 = 116

Pada sifat asosiatif dalam penjumlahan berlaku rumus:

a + (b+c) = (a + ) + c

Artinya: Pengelompokkan suku dalam penjumlahan tidak mengubah hasil.

Ilustrasi Contoh Penggunaan Sifat Asosiatif dalam Perkalian. Sumber: pexels.com

Penjelasan mengenai sifat asosiatif dalam perkalian dan penjumlahan bilangan cacah dalam pelajaran matematika diperlukan untuk membantu pelajar memahami materi bilangan bulat serta sifat asosiatif pada operasi perkalian dan penjumlahan bilangan.(IND)