Konten dari Pengguna

Contoh Sikap Tidak Menghargai Keberagaman yang Patut Dihindari

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tidak Menghargai Keberagaman. (Foto: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tidak Menghargai Keberagaman. (Foto: https://pixabay.com)

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku bangsa, budaya, dan sosial yang diikat dengan persatuan dan kesatuan. Walaupun Indonesia memiliki keberagaman yang tinggi, namun masyarakat Indonesia tetap bisa bekerja sama dengan baik dengan orang-orang yang berbeda.

Contoh Sikap Tidak Menghargai Keberagaman

Ilustrasi Tidak Menghargai Keberagaman. (Foto: https://pixabay.com)

Setiap orang pasti berbeda dengan orang lain. Baik itu warna kulit, cara pandang, dan ide. Keberagaman yang ada merupakan ciptaan Tuhan, sehingga setiap manusia harus menghargai keberagaman yang ada. Namun, seringkali seseorang tidak menghargai keberagaman. Berikut contoh sikap tidak menghargai keberagaman yang dikutip dari buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 4 yang ditulis oleh Christiana Umi (2020: 24):

1. Tawuran

Kegiatan tawuran tidak mencerminkan sikap persatuan, karena terjadi pertikaian yang akan mengakibatkan korban terluka atau sakit.

2. Mengejek teman

Sikap mengejek teman tidak mencerminkan sikap yang menghargai keberagaman, karena menyebabkan teman terluka hatinya.

3. Memilih-milih teman

Sikap memilih-milih teman dalam pergaulan mencerminkan sikap yang tidak menghargai keberagaman, karena itu berarti membedakan teman atas dasar suku maupun agama.

4. Sombong dan acuh

Sikap sombong dan acuh terhadap keadaan teman mencerminkan sikap yang tidak menghargai keberagaman karena sikap tersebut akan memisahkan kita dengan teman yang lain.

Contoh sikap tidak menghargai keberagaman di atas patut dihindari karena akan membawa dampak negatif, seperti:

  • Ketika terjadi perbedaan pendapat atau kepentingan akan memicu terjadinya pertikaian dan perkelahian.

  • Tidak adanya kepedulian terhadap penderitaan dan kesedihan yang dialami oleh orang lain.

  • Kepentingan golongan maupun suku masing-masing lebih dipentingkan dibandingkan kepentingan umum.

  • Munculnya pertikaian dan permusuhan di antara warga masyarakat, ketika visi dan misi tidak sejalan.

  • Tidak adanya kerja sama yang terjalin di antara warga masyarakat. Padahal gotong-royong merupakan sikap yang harus diprioritaskan di masyarakat.

Itulah contoh sikap tidak menghargai keberagaman yang patut dihindari karena dapat memecah persatuan dan kesatuan. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)