Konten dari Pengguna

Contoh Soal Angka Kematian Kasar beserta Cara Menghitungnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/@perfectcoding - contoh soal angka kematian kasar
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@perfectcoding - contoh soal angka kematian kasar

Kali ini kita akan memberikan contoh soal angka kematian kasar seperti yang ada pada buku Cakrawala Geografi, untuk SMP Kelas VIII, Munawir, S.Pd, dkk, 2006.

Contoh soal angka kematian kasar ini akan membantu kamu lebih memahami bagaimana cara menghitung angka kematian di suatu daerah tertentu.

Angka kematian kasar ialah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 orang dalam waktu setahun. Angka ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai keadaan kesejahteraan penduduk pada suatu tahun yang bersangkutan. Apabila dikurangkan dari Angka Kelahiran Kasar akan menjadi dasar perhitungan pertumbuhan penduduk alamiah.

https://unsplash.com/@sxy_selia

Contoh Soal Angka Kematian Kasar

Rumus cara menghitung angka kematian kasar adalah:

CDR = D/P x K

Keterangan:

D = jumlah kematian pada tahun tertentu

P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun

k = konstanta (1.000)

Contoh soal

1. Dalam suatu wilayah diketahui bahwa jumlah penduduk pada pertengahan tahun adalah 7.241.500 jiwa sedangkan jumlah kematiannya adalah 659.000. Hitunglah angka kematian kasarnya!

Jawab:

D = 659.000

P = 7.241.500

CDR = D/P x 1000

CDR = 659.000/7.241.500 x 1000

CDR = 91 Jiwa

Jadi pada wilayah tersebut dalam setahun terdapat kematian sebesar 91/1000 orang.

2. Pada tahun 2015, jumlah penduduk di suatu wilayah adalah 500.000 jiwa. Setelah setahun berlalu diketahui terdapat kematian sejumlah 1000 orang. Berapakah angka kematian kasarnya?

Diketahui:

Jumlah kematian = 1.000 orang

Jumlah penduduk = 500.000 orang

Jawab:

CDR = 1.000/500.000 X 1.000 = 2

Angka kematian kasar di suatu daeran sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti:

Faktor pendukung kematian (promortalitas) merupakan faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kematian.

Misalnya, tingkat kesehatan yang buruk, sarana dan prasarana fasilitas kesehatan yang kurang memadai, adanya penyebaran penyakit baik oleh virus atau bakteri, dan bencana alam.

Faktor penghambat kematian (antimortalitas) merupakan faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kematian. Faktor penghambat kematian antara lain masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, semakin meningkatnya sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, lingkungan yang bersih; dan makanan yang bergizi. (DNR)