Konten dari Pengguna

Contoh Teks Anekdot untuk Pelajaran Bahasa Indonesia

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teks Anekdot. (Foto: https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teks Anekdot. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Pengertian teks anekdot adalah teks yang berisi tentang cerita singkat, menarik, lucu, mengesankan, dan umumnya menceritakan tentang orang penting atau terkenal berdasarkan kejadian yang terjadi. Teks anekdot dapat berupa cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan atau peristiwa yang dapat membuat jengkel dan konyol partisipan.

Teks anekdot memiliki ciri-ciri yang dapat membedakannya dengan teks-teks lainnya. Berikut ciri-ciri teks anekdot yang dikutip dari buku Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA dan MA Rangkuman Bahasa Indonesia SMA MA SBMPTN yang ditulis oleh Tomi Rianto (2018: 21):

  1. Teks anekdot bersifat humor atau lelucon.

  2. Bersifat menggelitik dan membuat pembacanya merasa terhibur.

  3. Bersifat menyindir dapat mengenai orang penting ataupun lembaga/organisasi.

  4. Memiliki tujuan tertentu.

  5. Memiliki kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng.

  6. Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia yang terhubung secara umum dan realistis.

Contoh Teks Anekdot

Nah, setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri teks anekdot, berikut contoh teks anekdot yang dapat kamu jadikan referensi untuk membuatnya.

Baju Tahanan KPK

Dua orang kader partai politik sebut saja namanya Dewi dan Hikmah. Mereka bermaksud untuk mencalonkan dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Setelah menyerahkan berkas pencalonannya ke KPU di daerah, Dewi dan Nikmah mengobrol sambil minum teh di kantin gedung tersebut. Mereka berdua pun terlibat dalam percakapan seru.

Dewi: “Nik. Banyak politisi di negeri kita yang sudah kaya raya!”

Nikmah : “Kalau masalah itu, aku juga sudah tau, Wi!”

Dewi: “Saking kayanya mereka, mereka mampu mempunyai baju termahal di Indonesia.”

Nikmah: “Loh, maksudmu baju termahal itu apa?”

Dewi: “Yah, apalagi kalau bukan baju tahanan KPK.”

Nikmah: “Kok malah baju tahanan KPK?” (Bingung)

Dewi: “Iyalah, coba saja kamu piker, seorang politisi minimal harus mencuri uang negara 1 milyar terlebih dahulu baru bisa memakai baju tersebut.”

Nikmah: “Ooohh, begitu toh maksudmu, baru paham aku.”

Mereka kemudian memesan teh lagi sambil mengenang teman-teman mereka yang sudah bisa memakai baju termahal tersebut.

Teks anekdot memiliki beberapa tujuan, seperti untuk membangitkan tawa, menghibur, dan mengkritik. Itulah contoh teks anekdot yang dapat kamu jadikan sebagai referensi. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)