Contoh Teks Eksplanasi beserta Pengertian, Ciri dan Strukturnya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu membaca teks yang berisi tentang rangkaian proses terjadinya sebuah peristiwa? Jika pernah, jenis teks yang kamu baca tersebut merupakan salah satu contoh teks eksplanasi.
Melansir dari beberapa sumber, teks eksplanasi adalah sebuah teks atau karangan yang menceritakan tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ peristiwa alam, sosial, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Lantas, bagaimana cara mengetahui bahwa teks tersebut termasuk ke dalam teks eksplanasi?
Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Untuk mengetahui apakah sebuah teks termasuk ke dalam teks eksplanasi atau bukan, kamu bisa mengenalinya melalui ciri-cirinya sebagai berikut.
Informasi yang tertera dalam teks ditulis berdasarkan fakta, atau dengan kata lain teks eksplanasi bersifat factual
Fenomena yang dimuat bersifat keilmuan
Informatif dan tidak persuasif
Menggunakan kata penanda urutan
Fokus terhadap hal umum, contohnya adalah tsunami, gempa bumi, banjir, hujan dan lain sebagainya
Struktur Teks Eksplanasi
Untuk mengetahui apakah sebuah teks termasuk dalam teks eksplanasi atau bukan, kamu juga bisa mengenalinya melalui struktur teks. Berikut adalah struktur teks eksplanasi yang perlu kamu ketahui:
Identifikasi fenomena. Pada bagian ini, karangan teks memuat tentang identifikasi terhadap suatu fenomena baik fenomena alam, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan lainnya.
Penggambaran rangkaian kejadian. Di bagian ini, karangan memuat secara rinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai pertanyaan atas mengapa ataupun bagaimana suatu peristiwa itu terjadi.
Ulasan atau review. Bagian terakhir dari struktur teks eksplanasi ini memuat tentang pandangan penulis mengenai dampak atau konsekuensi atas fenomena yang telah dipaparkan sebelumnya.
Contoh Teks Eksplanasi bertema Banjir
Setelah mengetahui pengertian, ciri dan juga struktur dari teks eksplanasi, berikut adalah contoh teks eksplanasi yang berhasil dirangkum oleh tim Kumparan dari Buku Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas 11 karangan Suherli dkk.
Banjir
Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.
Penyebab Alami Banjir
Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.
Penyebab Banjir karena Faktor Sosial
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.
Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.
(RYFA)
