Konten dari Pengguna

Contoh Teks Fiksi Sejarah Sederhana dan Penjelasannya

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian teks fiksi, sumber foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian teks fiksi, sumber foto: https://www.pexels.com/

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ada materi belajar tentang teks fiksi dan non fiksi. Teks fiksi adalah teks yang dibuat oleh manusia dari hasil imajinasinya, sedangkan non fiksi biasanya dibuat dari data-data yang ada.

Pengertian Teks Fiksi

Dikutip dari buku Super Compelete Kelas 4, 5, 6 SD/MI, Meity Mudikawaty, Melli Meisawati, Ari Nurdiana (2018: 164), teks fiksi adalah karya sastra yang berisi cerita buatan yang didasari oleh angan-angan (fantasi) dan bukan berdasarkan kejadian nyata tetapi berdasarkan imajinasi pengarang atau penulis. Jenis cerita fiksi adalah novel, cerpen dan roman.

Struktur Teks Fiksi

Teks fiksi terdiri dari enam struktur utama yaitu:

  1. Abstrak

  2. Orientasi

  3. Komplikasi

  4. Evaluasi

  5. Resolusi

  6. Koda (reorientasi)

Unsur Teks Fiksi

Ada beberapa unsur teks fiksi, di antaranya adalah :

  1. Tema

  2. Tokoh

  3. Alur/plot

  4. Konflik

  5. Klimaks

  6. Lata

  7. Amanat

  8. Sudut pandang

  9. Penokohan

Contoh Teks Fiksi Sejarah

Ilustrasi contoh teks fiksi, sumber foto: https://www.pexels.com/

Teks fiksi sejarah adalah cerita karangan manusia namun masih didasarkan pada kebenaran sejarah. Fakta sejarah dijadikan inspirasi oleh penulis, meskipun di dalam cerita tersebut ditambahkan atau dikembangkan oleh penulis baik dari segi cerita atau tokoh-tokohnya.

Berikut ini contoh teks fiksi sejarah sederhana mengenai Kaliwungu.

Dahulu hiduplah 2 orang pangeran. Satu Pangeran bersifat baik, sedangkan satunya bersifat jahat. Sang Pangeran jahat berniat merebut tanah kekuasaan dari Pangeran baik. Sampai akhirnya mereka terlibat dalam pertempuran berdarah. Pertempuran berlangsung sengit, sehingga menimbulkan luka-luka pada kedua Pangeran tersebut.

Pertempuran dilakukan di dekat sungai dengan airnya yang mengalir deras. Sampai akhirnya, kedua Pangeran meninggal secara bersamaan. Darah dari kedua Pangeran tersebut mengalir menjadi satu di sungai yang berada di dekat mereka. Campuran darah yang mengalir di sungai berwarna ungu. Inilah asal muasal nama daerah Kaliwungu, Kali artinya sungai, dan Wungu berarti warna ungu.

Teks fiksi sejarah di atas adalah cerita fiksi yang terinspirasi dari kisah nyata yang berkembang di masyarakat. Kisah dengan tokoh utama yang pernah ada atau hidup pada masa itu.(WWN)