Contoh Teks Khutbah Idul Fitri di Tengah Pandemi COVID-19

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membuat teks khutbah Idul Fitri merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan saat menyelenggarakan Sholat Eid. Meski khutbah dalam Islam hukumnya sunnah, namun khutbah merupakan salah satu penyempurna dari ibadah Sholat Eid.
Adapun pandemi COVID-19 yang melanda hingga kini sepertinya belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir, meski Idul Fitri sudah semakin di depan mata. Agar bisa menyesuaikan kondisi pandemi ditengah suasana Idul Fitri nanti, contoh teks khutbah Idul Fitri berikut ini bisa menjadi referensi untuk Anda.
Contoh Teks Khutbah Idul Fitri di Tengah Pandemi COVID-19
Dikutip dari naskah khutbah Idul Fitri Tahun 1441 H / 2020 dari laman jatengprov.go.id, berikut contoh teks khutbah Idul Fitri ditengah pandemi COVID-19.
Istri dan putra-putriku tercinta
Syukur alhamdulillah pada pagi hari ini kita telah selesai melaksanakan ibadah puasa, shalat tarawih, menunaikan zakat dan dirangkai dengan jamaah shalat Idul Fitri bersama-sama. Doa kita semua, mudah-mudahan puasa dan ibadah-ibadah kita mampu menghantarkan kita meraih kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin.
Setelah kita Shalat Id di rumah ini dan saling memaafkan, mari kita teruskan menyinari rumah kita dengan shalat, bacaan al-Qur’an dan shalawat serta menjauhkan diri dari godaan syaitan. Sabda Rasulullah SAW: “Janganlah Engkau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan karena sesungguhnya Syaitan akan lari dari rumah-rumah yang di dalamnya dibacakan Surat al-Baqarah”.
Di tengah-tengah suasana COVID-19 ini, mari kita laksanakan himbauan Pemerintah untuk menjaga kesehatan dengan membudayakan hidup bersih dan sehat serta makan makanan yang bergizi, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan tetap beribadah, belajar dan bekerja di rumah.
Ada sebuah peristiwa menarik 14 abad yang lalu, bahwa Rasulullah SAW membaca Aamiin 3x, sementara itu sahabat yang lain tidak mendengarkan sepatah kata apapun. Akhirnya shahabat bertanya: “Mengapa Engkau membaca Aamiin 3x ya Rasulallah?”.
Beliau menjawab: “Ketahuilah bahwa tadi Malaikat Jibril berdo’a: “Ya Allah, janganlah Engkau terima ibadah seorang anak yang tidak berbakti kepada orang tua. Ya Allah, janganlah Engkau terima ibadah orang tua yang tidak punya rasa kasih sayang dan perhatian kepada putra-putrinya. Ya Allah, janganlah Engkau terima ibadah seorang istri yang tidak berbakti kepada suami dan keluarganya. Maka akupun meng-aamiin-kan do’anya sebanyak 3x”.
Selanjutnya konsep untuk meraih kebahagiaan sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW, yakni apabila Allah SWT menghendaki keluarga yang bahagia duniawi dan ukhrawi, maka hendaknya kita memahami dan mendalami agama dengan baik, saling menghormati antara anak dan orang tua, mencari rizki yang halal, hidup sederhana, mawas diri dan introspeksi akan kekurangan dan kelemahan kita.
Akhirnya marilah kita berdoa ke hadirat Allah SWT:
Pertama:
Doa diberikan kebahagiaan dunia akhirat.
Kedua:
Besuk dikumpulkan di Surga sebagaimana janji Allah SWT dalam surat Az Zumar ayat 23.
Artinya: “Allah akan mengumpulkan orang-orang yang bertakwa ke dalam Surga bersama-sama”.
Ketiga:
Semoga Allah SWT segera mengangkat COVID-19 ini dari Indonesia khususnya dan dari seluruh dunia serta masyarakat Indonesia dijauhkan oleh Allah SWT dari berbagai musibah. Aamiin Ya Rabbal ’aalamiin.
(Khatib duduk di antara khutbah dan berdoa secara singkat dalam hati).
(RYFA)
