Konten dari Pengguna

Dalam Islam, Seseorang Hendaknya Percaya Pada yang Gaib Atas Dasar Apa?

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hal gaib yang tidak bisa diketahui manusia. Foto: unsplash.com/billy_huy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hal gaib yang tidak bisa diketahui manusia. Foto: unsplash.com/billy_huy

Allah SWT menciptakan alam semesta dan isinya. Dengan begitu luasnya ciptaan Allah SWT, terdapat berbagai makhluk yang meninggalnya. Jika kita hanya mengetahui hal-hal yang tampak saja, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan, hal tersebut salah. Allah SWT menciptakan makhluk yang tidak bisa kita lihat atau makhluk gaib. Dalam agama Islam, seseorang hendaknya percaya pada yang gaib atas dasar petunjuk dari Al-Quran. Lantas, surat apakah yang menjelaskan tentang hal gaib? Simak informasinya di bawah ini.

Dalam Islam, Seseorang Hendaknya Percaya Pada yang Gaib Atas Dasar Apa?

Allah SWT adalah dzat yang menciptakan alam semsta dan seisinya, dan kita sendiri merupakan salah satunya. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita untuk selalu tunduk atas apa yang telah diberikan Sang Pencipta.

Namun tahukah Anda, bahwa Allah SWT tidak hanya menciptakan manusia untuk menyembahnya? Salah satu makhluk Allah SWT yang selalu beribadah dan taat akan perintah yang diberikan adalah malaikat.

Tidak ada yang mengetahui pasti bagaimana wujud mereka. Sebab, malaikat merupakan makhluk yang tidak bisa dilihat dan dirasakan atau dengan kata lain malaikat adalah makhluk gaib.

Selain itu, tidak ada satupun orang yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Sebab hal tersebut adalah perkara gaib dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya dan dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Quran.

Ilustrasi hal-hal gaib yang hanya diketahui Allah SWT saja. Foto: unsplash.com/nck

Allah SWT berfitman,

لْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Artinya, “Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An-Naml: 65)

Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir al-Qur'ân al-Adzhīm yang diterjemahkan oleh Dr. ‘Abdhullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh (2004:234-235) menjelaskan, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk mengucapkan sesuatu yang mengajarkan seluruh manusia bahwa tidak ada seorang pun penghuni langit dan bumi yan dapat mengetahui perara gaib kecuali Allah SWT.

Sejalan dengan hal tersebut, sahabat nabi yang bernama Qatadah bin an-Nu’man mengataka bahwa,

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan bintang-bintang ini untuk tiga kegunaan; Allah menjadikannya sebagai perhiasan langit, dan menjadikannya sebagai tanda yang bisa dipakai untuk penunjuk arah, dan menjadikannya sebagai alat perajam setan-setan. Maka barang siapa yang menganggap selain dari itu, berarti dia mengatakan sesuatu yang tidak ada sandarannya melainkan hanya pendapat sendiri; dia keliru besar dan menyia-nyiakan waktunya serta memaksakan diri terhadap apa yang tidak ada pengetahuan baginya tentang hal itu. Dan sesungguhnya ada sebagian orang yang bodoh tentang urusan Allah, mereka membuat-buat ilmu tenung melalui bintang-bintang ini dengan mengatakan bahwa barang siapa yang turun istirahat di malam hari dengan bintang anu, maka akibatnya akan anu; barang siapa yang bepergian dengan bintang anu, maka akan anu; dan barang siapa yang dilahirkan dengan bintang anu, maka anu. Demi usiaku, tiada suatu bintang pun melainkan ada yang lahir di waktunya orang yang berkulit merah, hitam, berperawakan pendek, berperawakan jangkung; dan ada yang tampan rupa, ada pula yang buruk rupa. Lalu apakah kaitannya perbintangan ini dan hewan serta burung tersebut dengan sesuatu dari ilmu gaib? Allah telah memutuskan bahwa tiada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal yang gaib kecuali hanya Dia, dan mereka tidak mengetahui kapankah mereka akan dibangkitkan?”

Semoga dengan mengetahui penjelasan tentang perkara gaib di atas, dapat membuat kita percaya bahwa terdapat makhluk yang Allah SWT ciptakan tanpa bisa kita lihat dan juga tidak percaya akan hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Wallahu a’lam. (MZM)