Definisi Salat Sunnah beserta Contohnya untuk Diamalkan

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salat sunnah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan bahkan diperintahkan oleh Allah untuk dilaksanakan secara rutin. Terdapat banyak jenis salat sunnah yang dapat kita tunaikan dalam keseharian. Berikut ini penjelasan ringkas mengenai definisi salat sunnah beserta contohnya untuk Anda jadikan panduan mengamalkan salat sunnah.
Pengertian Salat Sunnah Lengkap dengan Contoh Amalannya
Rasulullah semasa hidupnya selalu beribadah dengan tertib, baik itu ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Ibadah wajib yang diperintahkan langsung oleh Allah tentu hukumnya harus dan mutlak untuk kita amalkan. Sedangkan ibadah sunnah merupakan amalan yang dicontohkan oleh Nabi dan berpahala bagi kita yang mengamalkannya, termasuk salat sunnah.
Definisi salat sunnah juga dipaparkan secara detail dalam buku berjudul Panduan Shalat Lengkap & Praktis Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW yang ditulis oleh Ust. Abdul Kadir Nuhuyanan, Muhammad Hirdhan (2012:64) yang menyebutkan bahwa salat sunnah adalah salat yang dianjurkan oleh Nabi, untuk dikerjakan diluar (selain) salat fardhu yang lima.
Pelaksanaan salat sunnah ada yang mengikuti shalat lima waktu, yakni dilakukan pada waktu-waktu pelaksanaan salat fardu yang lima, ketika sebelum melakukan salat lima waktu atau setelah melaksanakan shalat lima waktu atau yang juga dikenal dengan salat sunnah rawatib.
Salat sunnah juga ada yang dikerjakan dengan tidak terikat dengan sholat lima waktu. Salat sunnah ini juga disebut dengan salat sunnah nawafil atau ghairu rawatib. Terdapat beberapa contoh salat sunnah yang dianjurkan Nabi, antara lain:
Salat Rawatib
Salat Tahiyatul Wudhu
Salat Istikharah
Salat Duha
Salat Tahiyatul Masjid
Salat Tahajud
Salat Hajat
Salat Tasbih
Salat Taubat
Salat Tarawih
Salat Id
Salat Kusuf
Salat sunnah ini memiliki keutamaan yang bermanfaat bagi umat Muslim. Berdasarkan yang tertulis dalam buku berjudul Ayo,Belajar Shalat Sunat karya Hidayat (2009:1) salat sunnah sering disebut dengan salat Tathawwu atau Nawafil. Tathawwu berarti semua perbuatan yang tidak termasuk amalan wajib, sedangkan Nawafil berarti amalan tambahan yang dapat menyempurnakan salat wajib.
Menyempurnakan salat wajib dengan mengamalkan salat sunnah rupanya dipaparkan dalam sebuah hadis sahih yang berbunyi:
« إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ ».
Artinya: “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud no. 864, Ibnu Majah no. 1426 dan Ahmad 2: 425.)
Dengan mengetahui bagaimana pengertian salat sunnah dan juga contoh amalannya dapat kita jadikan sebagai panduan untuk menunaikan salat sunnah dalam keseharian kita. (DAP)
