Konten dari Pengguna

Deforestasi: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

26 Februari 2025 10:02 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi deforestasi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi deforestasi. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Deforestasi adalah penggundulan atau penghilangan hutan secara permanen, biasanya untuk kepentingan pertanian, perkebunan, permukiman, atau pembangunan infrastruktur.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan dari Global Forest Watch, dalam beberapa dekade terakhir, deforestasi terjadi dengan laju yang semakin mengkhawatirkan, terutama di negara-negara dengan hutan tropis seperti Indonesia, Brasil, dan Kongo.
Jika tidak segera diatasi, aktivitas ini bisa menyebabkan hilangnya ekosistem hutan yang memiliki peran penting dalam keseimbangan lingkungan. Untuk mengetahui informasi megnenai deforestasi lebih dalam, simak terus uraian ini.

Penyebab Deforestasi

Ilustrasi deforestasi. Foto: Pixabay
Dikutip dari buku Deforestasi dan Ketahanan Sosial karya Robert Siburian, dkk., deforestasi disebabkan oleh berbagai faktor, baik alami maupun aktivitas manusia. Beberapa penyebab deforestasi adalah:

1. Pembukaan Lahan untuk Pertanian dan Perkebunan

Salah satu penyebab utama deforestasi adalah ekspansi lahan untuk pertanian dan perkebunan, seperti kelapa sawit, kedelai, dan karet. Industri ini memerlukan lahan luas, sehingga sering kali dilakukan penebangan hutan dalam skala besar.
ADVERTISEMENT

2. Penebangan Liar

Penebangan pohon secara ilegal untuk industri kayu dan kertas menjadi penyebab utama hilangnya tutupan hutan. Aktivitas ini tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengancam keberlangsungan spesies yang hidup di dalamnya.

3. Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan jalan, perumahan, dan industri menyebabkan alih fungsi lahan hutan menjadi kawasan perkotaan. Urbanisasi yang tidak terkendali juga berkontribusi terhadap percepatan deforestasi.

4. Pertambangan

Aktivitas pertambangan sering kali merusak ekosistem hutan. Eksploitasi sumber daya alam seperti batu bara, emas, dan minyak bumi membutuhkan lahan luas dan menyebabkan kerusakan besar pada ekosistem hutan.

5. Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan bisa terjadi secara alami, tetapi sebagian besar dipicu oleh manusia, misalnya, melalui pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Kebakaran hutan ini sering kali sulit dikendalikan dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas.
ADVERTISEMENT

Dampak Deforestasi

Ilustrasi deforestasi. Foto: Pixabay
Menurut Robert Siburian, dkk., dalam bukunya yang berjudul Konservasi Biodiversitas, deforestasi bisa memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Beberapa dampak tersebut, antara lain:

1. Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Hutan berperan sebagai penyerap karbon alami. Ketika hutan ditebang, karbon yang tersimpan dalam pohon dilepaskan ke atmosfer dan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global.

2. Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Hutan merupakan habitat bagi banyak spesies tumbuhan dan hewan. Ketika hutan dihancurkan, banyak spesies kehilangan tempat tinggalnya, bahkan berisiko mengalami kepunahan.

3. Erosi Tanah dan Longsor

Akar pohon membantu menjaga struktur tanah agar tetap kuat. Ketika hutan ditebang, tanah menjadi gundul dan lebih rentan terhadap erosi serta longsor dan dapat merugikan masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

4. Gangguan Siklus Hidrologi

Hutan berfungsi menjaga siklus air dengan menyerap dan menyimpan air hujan. Jika hutan hilang, siklus hidrologi terganggu dan meningkatkan risiko banjir saat musim hujan serta kekeringan saat musim kemarau.

5. Dampak Sosial dan Ekonomi

Banyak masyarakat adat yang bergantung pada hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Deforestasi mengancam mata pencaharian mereka, serta menyebabkan konflik sosial akibat perebutan lahan dan sumber daya alam.
(NDA)