Tekno & Sains
·
12 Januari 2021 20:38

Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global, Apakah Sama?

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global, Apakah Sama? (244285)
Efek Rumah Kaca. Sumber: Studiobelajar.com
Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata efek rumah kaca? Meningkatnya suhu di bumi karena terjebak lapisan ozon? Sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Hanya saja konotasi yang timbul seolah sangat buruk. Efek rumah kaca seperti sudah menjadi momok yang menakutkan bagi kehidupan semua makhluk di bumi. Pertanyaan selanjutnya, memang ada manfaat yang timbul akibat efek rumah kaca? Simak penjelasannya di bawah ini!
ADVERTISEMENT

Pengertian Efek Rumah Kaca

Cahaya dari matahari yang menyentuh permukaan bumi akan berubah menjadi panas dan menghangatkan bumi. Nah, sebagian dari panas ini akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa luar.
Panas sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi, yang disebut gas rumah kaca (karbon-dioksida, uap air, metana) sehingga panas sinar tersebut terperangkap di atmosfer bumi.
Peristiwa ini dikenal dengan Efek Rumah Kaca karena analoginya mirip dengan rumah kaca sebagai penghangat tanaman, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalam ruang kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.
Sebenarnya hal ini berdampak positif bagi bumi itu sendiri. Karena efek rumah kaca, bumi menjadi hangat dan layak ditempati makhluk hidup. Bila tidak ada efek rumah kaca, diperkirakan suhu di permukaan bumi akan menjadi 33 derajat Celcius lebih dingin!
ADVERTISEMENT
Akan menjadi masalah apabila gas-gas rumah kaca jumlahnya semakin berlebih di atmosfer, akibatnya panas di bumi akan menjadi berlebih dan justru merusak kehidupan yang ada di dalamnya.

Penyebab Efek Rumah Kaca

Beberapa penyebab dari terjebaknya gas-gas rumah kaca pada lapisan atmosfer bumi diantaranya dikarenakan hal-hal berikut:
  1. Pemanfaatan energi yang berlebihan. Berbagai macam bahan bakar fosil atau BBM memberi kontribusi besar terhadap naiknya konsentrasi gas rumah kaca, terutama karbon-dioksida.
  2. Kerusakan hutan. Salah satu fungsi utama hutan adalah sebagai penyerap emisi gas rumah kaca, misalnya karbon-dioksida yang diserap dan diubah menjadi oksigen. Berkurangnya jumlah hutan sangat mempengaruhi naiknya emisi gas rumah kaca.
  3. Peternakan dan Pertanian. Pada sektor ini emisi gas rumah kaca dihasilkan dari pemanfaatan pupuk, pembusukan sisa-sisa pertanian dan pembusukan kotoran-kotoran ternak.
  4. Sampah. Sampah sisa pembakaran menjadi salah satu kontributor terbesar bagi terbentuknya gas metana.
ADVERTISEMENT

Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global

Pemanasan global atau global warming adalah proses meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan di bumi. Pemanasan global menjadi salah peristiwa yang akan terjadi akibat meningkatnya efek rumah kaca. Singkatnya efek rumah kaca adalah penyebabnya, sementara pemanasan global adalah akibat yang akan timbul.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu). Bukan hanya bagi lingkungan, aspek sosial dan ekonomi juga ikut terdampak, misalnya gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara, gangguan terhadap permukiman penduduk, dan pengurangan produktivitas lahan pertanian.
ADVERTISEMENT
Menjadi jelas bahwa kerusakan akibat pemanasan global memang sedang dan akan terus terjadi bila tidak ada upaya dari kita untuk merubahnya. Kita bisa mulai dari perubahan gaya hidup acuh. Kita bisa turut berpartisipasi menolong bumi dengan misalnya menghemat penggunaan air, mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan pribadi, melakukan penghijauan kecil-kecilan, hingga beralih ke barang-barang yang ramah energi (lampu, kulkas). (AG)