Efek Rumah Kaca: Inilah 6 Gas Penyebab Global Warming

Konten dari Pengguna
5 Desember 2020 17:09
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gas Efek Rumah Kaca, Foto: Northeastnow
zoom-in-whitePerbesar
Gas Efek Rumah Kaca, Foto: Northeastnow
ADVERTISEMENT
Efek rumah kaca menjadi salah satu hal yang sering didengar karena berkaitan dengan pemanasan global atau global warming. Efek rumah kaca adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa meningkatnya konsentrasi gas-gas yang merusak di atmosfer, sehingga mengganggu penyerapan energi.
ADVERTISEMENT
Nantinya, energi yang telah diserap akan dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan juga permukaan bumi. Hal ini akan membuat bumi menjadi lebih panas.
Gas rumah kaca memang dituding sebagai penyebab dari perubahan iklim. Menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA), gas rumah kaca merupakan gas-gas atmosfer bumi yang berfungsi menangkap panas.
Gas rumah kaca juga berfungsi menjaga kestabilan temperatur bumi untuk manusia, hewan, dan tumbuhan agar bisa hidup. Namun, tentu saja jika banyak gas rumah kaca bisa memberikan dampak tidak baik yang pada akhirnya bisa membuat bumi terlalu panas.
Lantas, apa saja gas-gas yang efek rumah kaca atau pemicu pemanasan global atau global warming? Berikut uraiannya.
ADVERTISEMENT

Gas Karbon dioksida (CO2)

Karbon dioksida terdiri dari karbon dan oksigen dan berada di sekitar lingkungan. Gas karbondioksida dihasilkan dari proses pernapasan, proses pembusukan makhluk hidup, hingga dihasilkan gunung berapi. Akan tetapi, saat ini paling banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas bumi.
Dalam kehidupan sehari-hari, gas karbon dioksida berasal dari kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bensin dan gas, lalu listrik yang berasal dari minyak atau batubara, belum lagi ditambah dari asap pabrik dan mesin.

Uap Air (H2O)

Uap air menjadi salah satu gas efek rumah kaca. Air dari darat dan lautan akan menguap karena terkena panas matahari, sehingga menjadi awan di langit. Kemudian, air yang terkandung di awan itu akan kembali ke darat dan laut dalam bentuk hujan dan memberikan efek dingin.
ADVERTISEMENT

Metana (CH4)

Metana terbentuk dari karbon dan air yang dihasilkan oleh rawa-rawa, sawah, peternakan, padi, sampah sisa makanan, dan penggunaan gas bumi dan batubara. Semakin modernya perkembangan zaman, membuat gas metana yang dihasilkan menjadi berlebihan.
Sebab, semakin banyak daging yang dimakan, semakin banyak pula peternakan yang ada di bumi. Hewan-hewan ini menghasilkan metana saat mencerna rumput yang dimakan, lalu dikeluarkan lewat kentut dan sendawa yang baunya sangat busuk dan khas. Metana bahkan menjadi penyebab pemanasan global terburuk setelah karbon dioksida.

Dinitrogen oksida (N2O)

Dinitrogen oksida dikenal sebagai penambah kecepatan di kendaraan dan roket. Namun secara alami, N2O dihasilkan oleh bakteri di tanah dan laut.
Akan tetapi, N2O yang berlihan kini dihasilkan juga oleh pabrik, pupuk, dan pembangkit listrik. Akibat banyaknya N20, maka lapisan ozon menjadi rusak yang bisa menyebabkan manusia dan makhluk hidup terpapar radiasi yang dapat merusak tubuh, salah satunya kanker kulit.
ADVERTISEMENT

Ozon (O3)

Ozon merupakan lapisan di langit pada stratosfer yang berada di ketinggian 30 kilometer. Ozon berfungsi untuk menangkal radiasi agar tidak terpapar radiasi matahari yang sangat kuat. Lapisan ozon berfungsi untuk melindungi manusia dan makhluk hidup.
Namun, manusia selama ini menambah lapisan ozon di langit yang rendah atau disebut sebagai troposfer. Ozon troposfer membuat makin banyak panas menjadi terperangkap di bumi karena terbentuk dari kebiasaan manusia mengendarai mobil dan aktivitas pabrik.

Klorofluorokarbon (CFC)

Senyawa ini terbentuk dari unsur klorin, karbon, hidrogen, dan flourin yang diciptakan manusia untuk senyawa kimia pendingin yang dikenal sebagai freon. Freon ini terdapat di alat elektronik seperti kulkas dan AC, bahkan deodorant semprot. Gas CFC ini dapat merusak lapisan ozon dan memperkuat efek rumah kaca yang membuat bumi semakin panas. Untungnya, saat ini banyak AC dan kulkas yang tidak lagi menggunakan CFC untuk memulihkan lapisan ozon.
ADVERTISEMENT
Demikian uraian mengenai gas rumah kaca yang menjadi pemicu pemanasan global. Sebaiknya, mulailah untuk mengurangi aktivitas-aktivitas yang dapat menimbulkan banyak gas efek rumah kaca yang bisa merusak lapisan ozon.
(RDY)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·