Konten dari Pengguna

Evaporasi dan Jenis-jenisnya

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Evaporasi, sumber: Dictio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Evaporasi, sumber: Dictio

Secara ilmiah, pengertian evaporasi sendiri merujuk pada sebuah proses di mana es mengalami perubahan menjadi gas atau uap air. Evaporasi adalah suatu proses yang bertujuan memekatkan larutan yang terdiri atas pelarut (solvent) yang volatile dan zat terlarut (solute) yang non-volatile. Evaporasi adalah proses pengentalan larutan dengan cara mendidihkan atau menguapkan pelarut. Di dalam pengolahan hasil pertanian proses evaporasi bertujuan untuk, meningkatkan larutan sebelum proses lebih lanjut, memperkecil volume larutan, menurunkan aktivitas air (Buku Ajar Teknologi Pengolahan. FTP UNEJ, Praptiningsih, 1999).

Evaporasi dan Jenis-jenisnya

Air dapat mengalami perubahan bentuk dari satu bentuk ke bentuknya yang lain ini dengan pengaruh suhu. Molekul pada air ini sendiri dapat memenuhi ruang yang sama. Molekul air ini termasuk jenis molekul yang tidak punya energi yang cukup untuk dapat lepas dari susunannya. Evaporasi tidak terjadi begitu saja. Pengaruh fenomena evaporasi adalah suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan sinar matahari. Pengaruh yang tidak langsung ada ketinggian, garis lintang, dan waktu.

Proses evaporasi dimulai dengan cairan pada molekul yang memperoleh energi yang cukup untuk melakukan perubahan wujud (menguap). Energi yang dimaksud ini adalah energi panas yang diperoleh dari lingkungan, yang akan mengubah molekul air menjadi uap (IBS, 2020). Proses evaporasi kerap terjadi pada permukaan cairan, namun pada kenyataannya evaporasi juga dapat terjadi pada tubuh atau substansi yang bervolume. Saat penguapan sudah terjadi, maka tekanan uap ini akan jadi lebih rendah dari hasil tekanan atmosfer di sekitarnya. Ini dikenal dengan istilah kondensasi.

Dalam proses evaporasi sendiri ada beberapa perbedaan, hal ini terjadi pada proses evaporasi buatan yang meniru proses evaporasi yang alamiah, di antaranya:

  1. Submerged Combustion Evaporator, di mana prosesnya adalah pemanasan dengan menggunakan api. Api ini menyala di bawah permukaan sebuah cairan.

  2. Direct Fired Evaporator. Proses penguapan di sini terjadi dengan pengapian secara langsung. Api dan cairan terpisah dengan adanya dinding besi atau substansi lain untuk memanaskan.

  3. Steam Heated Evaporator, adalah jenis evaporasi lainnya yang dilakukan dengan pemanasan. Di sini akan terjadi proses kondensasi dari sumber panas. Uap terkondensasi pada satu sisi, sementara di sisi lain ada cairan mendidih, penguapan akan dilakukan dengan transmisi di sini melalui tabung-tabung.