Fakta-fakta Sejarah Pada Teks Fiksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia

·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks fiksi sejarah merupakan teks yang berkaitan dengan sejarah, tokohnya tidak pernah benar-benar ada atau tidak nyata, tapi ada fakta-fakta sejarah pada teks fiksi sejarah yang bisa kita temukan memiliki ketrkaitan dengan sejarah kemerdekaan RI.
Fakta-fakta sejarah pada teks fiksi sejarah peristiwa kemerdekaan Indonesia biasanya dituliskan sebagai bagian dari cerita. Secara singkat, teks fiksi sejarah adalah teks cerita fiksi yang mengambil latar belakang sejarah.
Teks ini memuat cerita fiksi hampir dari segala unsurnya, baik tokoh maupun peristiwanya. Pada teks fiksi sejarah, peristiwa sejarah hanyalah bagian dari cerita. Teks fiksi sejarah dapat berupa novel, legenda juga roman.
Ciri-ciri Teks Fiksi Sejarah:
Menyajikan kehidupan sesuai pandangan pengarang.
Merupakan gambaran kehidupan batin seorang tokoh lebih dalam.
Jalan ceritanya disusun berdasarkan dunia nyata.
Pengembangan karakter tokoh tidak sepenuhnya terungkap.
Fakta-fakta sejarah pada teks fiksi sejarah peristiwa kemerdekaan Indonesia
Novel Arus Balik - Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya Ananta Toer menerbitkan satu novel tebal berjudul Arus Balik pada tahun 1995. Dalam novel ini, Pramoedya mencoba merekam perpindahan arus perdagangan nusantara pada abad 16. Dari sudut pandang seorang anak petani bernama Wiranggaleng, Pramoedya merekam peperangan orang-orang nusantara dengan Portugis dalam perebutan jalur perdagangan rempah.
Naga Bonar - Asrul Sani
Teks fiksi sejarah berikutnya adlah cerita tentang Naga Bonar karya Asrul Sani yang mengambil latar peristiwa perang kemerdekaan Indonesia. Kisahnya bergulir saat perjuangan melawan kedatangan pasukan Kerajaan Belanda pasca kemerdekaan Indonesia di daerah Sumatera Utara.
Dalam teks fiksi sejarah fakta-fakta sejarah yang dihadirkan tidak melulu hitam putih alias tergantung dari sudut pandang penulisnya. Ada penggambaran masyarakat Indonesia yang memang tidak sepenuhnya baik, ada yang ternyata mengkhianati bangsanya, dan ada pula pihak musuh yang digambarkan memiliki rasa kemanusiaan atau jatuh cinta pada penduduk pribumi.
Fakta-fakta sejarah yang ada secara nyata biasanya ditampilkan secara sekilas dan hanya menjadi bagian dari cerita saja. Tidak ditampilkan sepenuhnya.
Fungsi Teks Fiksi Sejarah
Menurut buku Teori Pengkajian Fiksi, Burhan Nurgiyantoro, 2018, teks fiksi sejarah memiliki beberapa fungsi yang sebenarnya bermanfaat untuk kita pelajari. Antara lain:
Fungsi inspiratif, memberikan inspirasi, imajinasi, dan kreatifitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk lebih baik lagi.
Fungsi edukatif, dapat dijadikan petunjuk dan pelajaran kehidupan bagi manusia dalam berperilaku.
Fungsi rekreatif, memberikan rasa gembira dan senang kepada pembaca.
Fungsi intruktif, sebagai alat bantu dalam pembelajaran. (DNR)
