Fakta Masa Praaksara di Indonesia

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa praaksara di Indonesia memiliki berbagai fakta yang menarik untuk disimak. Masa praaksara artinya adalah waktu di mana belum mengenal aksara atau huruf, dan bisa juga disebut sebagai masa prasejarah.
Dari buku Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I, R Sukmono (1990), masa praaksara atau masa prasejarah disebut juga dengan masa nirleka, di mana nir artinya adalah tidak ada, dan leka artinya tulisan, artinya adalah masa dimana tidak ada tulisan.
Fakta Masa Praaksara di Indonesia
Masa Praaksara sulit untuk ditemukan bukti sejarahnya karena tidak adanya peninggalan catatan tertulis. Meski demikian, bukti-bukti mengenai zaman praaksara diperoleh melalui artefak yang ditemukan pada penggalian situs prasejarah.
Faktanya, di Indonesia Masa Praaksara dibagi menjadi dua zaman periodisasi, yakni zaman batu dan zaman logam.
Zaman batu dibagi menjadi Palaeolithikum, Mesolithikum, dan Neolithikum. Zaman batu ditandai dengan adanya peninggalan berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia purba terbuat dari batu.
Sementara zaman logam meliputi zaman tembaga, zaman perunggu dan zaman besi, di mana logam adalah bahan pembuat utama berbagai peralatan yang digunakan dalam kehidupan manusia purba.
Selain itu, masa praaksara juga bisa dibedakan menjadi tiga zaman berikut ini:
Zaman berburu dan meramu, di mana manusia purba masih bersifat nomaden dan mendapatkan makanannya dari hutan sekitarnya.
Zaman pertanian/bercocok tanam, manusia purba mulai menetap dan membangun hunian, serta menanam sendiri kebutuhan makanannya.
Zaman perundagian, manusia purba mulai membuat berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, mulai dari senjata sampai dengan peralatan memasak.
Terdapat beberapa jenis manusia purba yang hidup di masa praaksara yang ditemukan di Indonesia, antara lain:
Meganthropus, merupakan manusia raksasa dari jenis manusia prasejarah yang paling primitif. Fosil dari jenis ini ditemukan di Sangiran pada tahun 1936.
Pithecantropus, yang ditemukan di Trinil pada tahun 1890 dan disebut juga sebagai manusia kera yang berdiri tegak.
Homo, merupakan jenis manusia purba yang paling cerdas dan memiliki volume otak yang paling besar dibandingkan dua jenis manusia purba lainnya.
Itulah fakta mengenai masa praaksara di Indonesia, semoga berguna ya. (Adelliarosa)
