Konten dari Pengguna

Faktor Pronatalitas yang Meningkatkan Angka Kelahiran

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi faktor pronatalitas. Foto: Pexeks
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi faktor pronatalitas. Foto: Pexeks

Kelahiran dipengaruhi oleh faktor pronatalitas (pendorong kelahiran) dan faktor antinatalitas (penghambat kelahiran). Dalam demografi, kelahiran adalah kemampuan riil seorang wanita untuk melahirkan yang diwujudkan dalam jumlah bayi yang lahir hidup.

Kelahiran juga menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah dan dapat terus meningkat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Untuk mengetahui apa saja faktor penunjang maupun penghambat kelahiran, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Faktor Pronatalitas (Pendorong Kelahiran)

Ilustrasi faktor pronatalitas. Foto: Pexeks

Jumlah penduduk pada suatu wilayah atau negara selalu berubah. Perubahan jumlah penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dari tahun ke tahun, pada umumnya jumlah penduduk suatu negara akan selalu bertambah.

Jarang sekali dijumpai ada negara yang memiliki jumlah penduduk tetap, apalagi berkurang. Dinamika kependudukan ini ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).

Kelahiran bersifat menambah, kematian bersifat mengurangi, sedangkan migrasi bersifat menambah karena migrasi bersifat masuk dan dapat pula bersifat mengurangi karena migrasi keluar.

Dalam faktor kelahiran, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi angka kelahiran. Faktor pronatalitas ini berperan penting dalam menjaga dinamika penduduk.

Mengutip buku berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia karya Asmara Indahingwati dan Novianto Eko Nugroho, berikut beberapa faktor pendorong kelahiran yang umum.

  • Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.

  • Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan.

  • Pernikahan usia dini (usia muda).

  • Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, dibanding anak perempuan, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki.

  • Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya agar memiliki anak.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Dinamika Penduduk? Ini Penjelasannya

Faktor Antinatalitas (Penghambat Kelahiran)

Ilustrasi faktor antinatalitas. Foto: Pexeks

Selain didukung faktor penunjang kelahiran, angka kelahiran juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama penghambat kelahiran. Beberapa hal yang menghambat angka kelahiran antara lain sebagai berikut.

  • Adanya program Keluarga Berencana (KB), sehingga makin banyak orang tua menyadari bahwa tambahan anak mengakibatkan beban ekonomi yang cukup berat.

  • Kemajuan di bidang IPTEK dan obat-obatan.

  • Adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjangan anak bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

  • Adanya Undang-Undang Perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan.

  • Penundaan usia pernikahan dengan alasan ekonomi, pendidikan, dan karir.

  • Adanya perasaan malu bila memiliki anak banyak.

(SA)