Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dalam Ekonomi

ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan jumlah barang atau jasa yang diminta di pasar ditentukan oleh sejumlah faktor. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi permintaan sangat penting untuk memahami perilaku konsumen di pasar.
Permintaan dalam ekonomi merujuk pada jumlah barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Permintaan tidak hanya sekadar keinginan, tetapi juga mencakup kemampuan dan kemauan konsumen untuk membeli produk tersebut.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Dalam ekonomi terdapat teori permintaan yang menjelaskan bagaimana konsumen berperilaku di pasar. Konsep ini meneliti hubungan antara harga suatu barang atau jasa dengan jumlah yang diminta oleh konsumen, serta faktor-faktor yang memengaurhi keputusan pembelian mereka.
Dalam buku Pengantar Ilmu Ekonomi karya Andika Drajat Murdani dipaparkan mengenai beberapa hal yang dapat memengaruhi permintaan antara lain sebagai berikut.
1. Harga Barang
Harga dapat diartikan sebagai tingkat suatu barang untuk ditukar dengan barang lain. Ketika harga suatu barang naik atau turun, jumlah barang yang diminta akan cenderung berubah ke arah yang berlawanan.
Hukum permintaan menyatakan bahwa, jika harga naik atau lebih tinggi, jumlah permintaannya lebih rendah. Pun begitu sebaliknya.
2. Pendapatan Konsumen
Pendapatan konsumen memiliki pengaruh signifikan terhadap permintaan. Hubungan antara pendapatan konsumen dengan jumlah barang yang akan dibeli memiliki hubungan yang berbanding lurus.
Jika terjadi peningkatan pendapatan, pembelian konsumen akan suatu barang juga akan meningkat. Begitu pula sebaliknya, jika terjadi penurunan pendapatan, pembelian konsumen juga menurun.
3. Selera dan Preferensi
Selera konsumen banyak dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal. Selera seseorang dapat berubah seiring dengan berubahnya waktu, bahkan perubahan struktur lingkungan juga akan mengubah keputusan konsumen dalam menggunakan barang dan jasa.
Perubahan tren, selera, dan preferensi konsumen juga dapat memengaruhi permintaan suatu barang. Misalnya, perubahan gaya hidup atau tren makanan dapat memengaruhi permintaan produk tertentu.
Baca Juga: Ciri-ciri Perdagangan Internasional dan Manfaatnya
4. Harang dari Komoditas Lain
Terdapat beberapa hubungan antara harga suatu barang dengan harga berbagai jenis barang lainnya, yaitu barang pengganti, komplementer, dan netral. Ketiganya memengaruhi permintaan.
Barang pengganti atau subtitusi merupakan barang yang dapat menggantikan fungsi dari komoditas lain seperti teh dan kopi. Sementara barang komplementer adalah barang yang biasanya digunakan bersamaan dengan komoditas lainnya, misalnya, kopi dan gula.
Adapun barang netral adalah dua jenis komoditas yang tidak memiliki hubungan erat satu sama lain dan tak akan berdampak pada permintaan tiap komoditas.
5. Perubahan Demografis
Perubahan dalam populasi, struktur usia, atau demografi suatu wilayah dapat memengaruhi permintaan suatu barang atau jasa. Contohnya, peningkatan jumlah lansia yang dapat meningkatkan permintaan akan produk kesehatan atau layanan medis.
(SA)
