Fotosintesis: Mengenal Proses dan Manfaatnya Bagi Lingkungan

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu pernah mendengar istilah fotosintesis? Fotosintesis adalah proses pembuatan energi dengan bantuan sinar matahari, karbon dioksida, dan air. Proses fotosintesis terjadi ketika tumbuhan menyerap karbon dioksida dan air. Dibantu dengan bantuan energi cahaya, fotosintesis akan menghasilkan oksigen dan zat gula.
Fotosintesis dilakukan oleh sejumlah makhluk hidup, di antaranya tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri. Sedangkan manusia beserta hampir semua makhluk hidup lainnya bergantung dari hasil fotosintesis berupa oksigen untuk bertahan hidup. Itulah mengapa fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi, termasuk untuk lingkungan.
Manfaat Fontosintesis Bagi Lingkungan
Seperti yang sudah disebutkan di atas, oksigen adalah hasil fotosintesis yang sangat bermanfaat bagi lingkungan. Hal ini karena hampir semua makhluk hidup mengandalkan oksigen untuk bernafas, termasuk manusia.
Tak hanya menghasilkan oksigen, proses fotosintesis juga menyebabkan terserapnya karbon dioksida. Hal ini menyebabkan udara di sekitar akan menjadi bersih dan segar.
Selain itu, karbon dioksida dan mineral yang diserap pada proses fotosintesis akan menghasilkan senyawa organik yang kaya akan energi. Jika fotosintesis berhenti, maka hanya akan ada sedikit makanan atau bahan organik lainnya di bumi. Hal ini tentu sangat berdampak pada lingkungan. Pasalnya tidak hanya tumbuhan yang membutuhkan makanan untuk dirinya sendiri, tetapi makhluk hidup lainnya juga mengandalkan tumbuhan sebagai bahan makanan, seperti manusia dan hewan herbivora.
Beberapa senyawa organik yang dihasilkan fotosintesis adalah karbohidrat, protein, lemak (lipid), asam amino, dan komponen organik lainnya. Adapun bentuk dari hasil fotosintesis bisa bermacam-macam bentuk, mulai dari buah hingga umbi-umbian.
Proses Fotosintesis
Proses fotosintesis diawali dengan diambilnya karbon dioksida oleh mulut daun di malam hari. Setelah itu akar akan mengambil air dari dalam tanah. Air tersebut kemudian dibawa oleh semacam sistem transportasi pada tumbuhan dengan jaringan bernama xilem dan floem.
Ketika cahaya matahari sudah muncul, klorofil yang merupakan zat hijau daun akan menyerap cahaya tersebut. Cahaya digunakan sebagai energi utama dalam pembuatan glukosa. Selain menjadi glukosa, fotosintesis juga menghasilkan enam molekul oksigen yang dilepaskan ke udara. Karena membutuhkan cahaya, proses fotosintesis sering terjadi pada pagi dan siang hari. Hal ini disebut sebagai reaksi terang.
Meski begitu, ada juga proses fotosintesis yang tidak membutuhkan cahaya matahari, yang disebut sebagai reaksi gelap. Namun, reaksi ini tidak akan terjadi tanpa adanya reaksi terang terlebih dahulu. Reaksi gelap dalam fotosintesis bertujuan untuk mengolah karbon dioksida menjadi glukosa.
(RYFA)
