Fungsi Grounding Listrik dan Cara Memasangnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum memasang instalasi listrik di rumah, pahami dulu fungsi grounding listrik dan cara memasangnya dengan benar.
Ya, meskipun sangat penting demi keamanan keluarga, tetapi masih banyak yang belum tahu apa itu grounding listrik dan deretan fungsinya, lho.
Pengertian Grounding Listrik
Kamu pasti pernah melihat kabel listrik jauh di atas kepala yang menghalangi pemandangan langit nan indah, bukan? Nah, dengan menggunakan grounding listrik, kamu bisa menatap langit dengan lebih leluasa.
Dilansir dari buku Mengenal LISTRIK Lebih Baik dari Segala Sisi, Hendi, (2016:42), grounding listrik adalah jalur kabel instalasi listrik suatu bangunan yang menuju ke dalam tanah.
Keberadaan grounding listrik di suatu hunian mampu mencegah gangguan pada instalasi listrik, seperti kebocoran arus listrik atau sambaran petir.
Tidak tersambung secara langsung dengan kabel-kabel lain di instalasi listrik, grounding listrik dialirkan ke dalam tanah, karena massa tanah yang amat besar sanggup menetralkan muatan listrik dari permukaan.
Fungsi Grounding Listrik
Selain untuk menatap langit dengan leluasa, grounding listrik juga memiliki deretan fungsi lainnya, lho, antara lain:
Mengamankan jaringan listrik di rumah.
Mencegah kebocoran listrik pada alat elektronik di rumah. Seandainya pun ada kebocoran listrik, maka tegangannya akan langsung dialirkan ke dalam tanah.
Melindungi keselamatan penghuni rumah dari bahaya arus listrik dengan mengalirkan arus listrik dari petir ke dalam tanah.
Cara Memasang Grounding Listrik
Lantas, bagaimana cara memasang grounding listrik?
Tentukan Grounding Rod
Semakin banyak menanam grounding rod, maka semakin baik pula instalasi listrik di rumahmu. Hindari menanam grounding rod di tanah yang berpasir atau berbatu, karena tanah tersebut kurang baik untuk menetralkan listrik.
Pasang secara Paralel
Grounding listrik harus dipasang secara paralel. Jika kamu mau menanam lebih dari satu grounding rod, maka buatlah jarak penanaman sekitar 5 meter antara
grounding rod satu dengan yang lainnya, agar aliran listrik bisa menyebar ke seluruh penjuru rumah secara merata.
Pilih Material Grounding Rod
Pilih material grounding rod terbaik, yaitu: yang terbuat dari tembaga padat yang tidak mudah berkarat. Ya, tembaga padat merupakan penghantar tegangan listrik yang amat baik.
Tanam Batang Grounding Rod
Sebelum menanam batangnya, pastikan kedalaman galian lebih dari 50 cm. Kemudian, tanamkan batang grounding rod ke dalam tanah dan tuangkan air ke dalam lubang galian, supaya tanah jadi empuk.
Setelah itu, tekan batang grounding rod dengan jepit stang pipa atau palu, sehingga dapat tertanam kokoh di tanah.
Sambungkan Kabel ke Grounding Rod
Pastikan tidak ada komponen yang basah, kemudian pasang kabel ke grounding rod listrik rumah dengan cara las.
Tutup area sekitar objek las menggunakan kayu atau material lainnya agar tidak memantik kebakaran.
Setelah mengelas, periksa lagi semua apakah semua komponen grounding rod telah kokoh atau belum. Apabila ada yang terlepas, maka segera las kembali.
Tanam Kabel Grounding Rod
Gali tanah sebagai jalur kabel dengan kedalaman 40-50 cm, yang membentang sepanjang lintasan kabel dan mengarah ke terminal grounding. Kemudian tanam kabel yang terpasang di grounding rod tadi.
Setelah itu, tutup jaringan kabel dengan pipa PVC 4 inch dan timbun area penggalian itu dengan tanah. Berikan tanda di lokasi penggalian tanah, untuk memudahkan jika suatu hari kamu ingin membongkarnya.
Setelah memahami fungsi grounding listrik di atas, apakah kamu sudah siap untuk memasangnya di rumahmu? (BRP)
