Konten dari Pengguna

Fungsi Pasar Induk bagi Petani dalam Kegiatan Ekonomi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi Pasar Induk bagi Petani dalam Kegiatan Ekonomi adalah sebagai Distributor, Foto: Unsplash/Ramadhani Rafid
zoom-in-whitePerbesar
Fungsi Pasar Induk bagi Petani dalam Kegiatan Ekonomi adalah sebagai Distributor, Foto: Unsplash/Ramadhani Rafid

Pasar induk memiliki fungsi penting yang akan memengaruhi agrobisnis di Indonesia. Fungsi pasar induk bagi petani dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai terminal komoditi atau distributor yang akan menyalurkan produk pertanian ke konsumen.

Sesuai perkembangan zaman yang semakin modern, pasar induk di berbagai kota di Indonesia telah menjadi kebutuhan yang harus segera direalisasikan. Keberadaan pasar induk ini mampu menampung hasil pangan dari berbagai kota di Indonesia.

Fungsi Pasar Induk bagi Petani dalam Kegiatan Ekonomi adalah sebagai Distributor

Fungsi Pasar Induk bagi Petani dalam Kegiatan Ekonomi adalah sebagai Distributor, Foto: Unsplash/Thomas Le

Dilansir dari situs resmi dkp.musirawaskab.go.id, pasar induk adalah sarana distribusi logistik terbaik yang telah dikemas sedemikian rupa.

Pembangunan dan pengelolaan sistem yang baik dapat mengembangkan agrobisnis dengan pesat dan menyajikan data-data penting terkait kebutuhan setiap konsumen, baik dari segi jumlah, kualitas, maupun harga.

Hal itu sangat berguna untuk merencanakan pola tanam serta menyesuaikan jumlah tanam dan kualitas yang dibutuhkan pasar.

Penerapan jaringan pasar induk yang baik dapat memperlancar proses distribusi komoditi pertanian, disparitas harga di masing-masing wilayah bisa diperkecil.

Tak hanya itu, jaringan pasar induk yang baik juga akan saat mengalami over supply. Produk berlebih akan disalurkan dengan mekanisme perdagangan yang aman dan cepat ke wilayah lain.

Selain itu, dengan adanya pasar induk, maka akan terbentuk mekanisme perdagangan yang lebih adil. Hal itu memungkinkan proses pendistribusian pendapatan dari setiap jenis produk pertanian juga bisa diperoleh dengan adil.

Namun, pada kenyataannya masih banyak pasar induk tidak mampu menjalankan fungsi itu sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, perlu dibuatkan jaringan pasar induk terbaik.

Tak hanya sekadar membangun fisiknya, tetapi juga membangun konsep yang rapi di dalam pengelolaan pasar induk. Dengan demikian, terciptalah hubungan yang saling menguntungkan antara petani dengan pedagang.

Dengan konsep pasar induk yang rapi, maka pasokan sayur atau buah-buahan dari petani yang dijual belikan di pasar induk bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Tak hanya itu, kenaikan dan penurunan harga jual produk di pasar induk juga bisa lebih terkendali dengan baik. (BRP)