Konten dari Pengguna

Fungsi Sistem Adaptasi pada Hewan beserta Contohnya

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi Sistem Adaptasi pada Hewan, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Fungsi Sistem Adaptasi pada Hewan, Foto: Pixabay

Adaptasi adalah cara makhluk hidup menyesuaikan diri untuk mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya agar mampu untuk bertahan hidup dan terus menghasilkan keturunan baru, demikian pula fungsi sistem adaptasi pada hewan.

Faktor yang Memengaruhi Sistem Adaptasi pada Hewan

Sistem adaptasi pada hewan dipengaruhi berbagai faktor, antara lain:

  1. Sifat genetik

  2. Kemampuan berkembang biak

  3. Frekuensi perubahan lingkungan yang teratur atau eratik alias mendadak

Keterbatasan Hewan untuk Beradaptasi

Meski begitu, hewan juga memiliki keterbatasan untuk beradaptasi, antara lain:

  1. Ketahanan hidup hewan tergantung pada kapasitas masing-masing individu

  2. Setiap perubahan selalu bertumpang tindih dengan kondisi sebelumnya, sehingga menghambat proses adaptasi

  3. Hewan kesulitan atau bahkan tidak bisa beradaptasi di dalam perubahan lingkungan yang bersifat eratik alias mendadak, seperti banjir dan tanah longsor

Fungsi Sistem Adaptasi pada Hewan

Dilansir dari buku Adaptasi Makhluk Hidup, Sudarti & Usman, (2020:21), inilah fungsi sistem adaptasi pada hewan:

  1. Untuk melindungi diri dari para musuh dan pemangsanya

  2. Untuk mendapatkan makanan

  3. Untuk bertahan hidup di dalam berbagai kondisi

Contoh Sistem Adaptasi pada Hewan

Fungsi Sistem Adaptasi pada Hewan, Foto: Pixabay

Agar lebih mudah dipahami, berikut ini contoh sistem adaptasi pada hewan:

  1. Hewan ruminansia, seperti kambing, sapi, dan kerbau mengkonsumsi rerumputan untuk bertahan hidup. Di dalam saluran pencernaannya ada enzim selulase, yang berfungsi untuk mencerna selulosa, yang berperan untuk menyusun dinding sel tumbuhan. Enzim selulase membuat makanan jadi lebih mudah untuk dicerna.

  2. Ikan yang hidup di laut (air asin) mengeluarkan urin yang lebih sedikit daripada ikan yang hidup di air tawar. Hal ini terjadi karena kadar garam yang tinggi di lautan menyebabkan cairan tubuh keluar terus menerus. Untuk menyesuaikan diri, maka ikan air asin meminum banyak air laut, tetapi hanya mengeluarkan sedikit urin. Sedangkan ikan yang hidup di air tawar hanya minum sedikit air dan mengeluarkan urin yang banyak. Mereka aktif menggunakan insang untuk mengikat garam yang larut di dalam air agar tidak mengalami kekembungan.

  3. Saat kucing berteduh, kadar metabolismenya akan direndahkan agar ia tidak mudah kehilangan air di dalam tubuhnya.

Setelah membaca penjelasan di atas, sekarang kamu sudah memahami fungsi sistem adaptasi pada hewan, bukan?(BRP)