Ganggang Hijau: Pengertian, Ciri, dan Habitatnya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah tahu apa yang dimaksud atau pengertian dari ganggang, jenis algea yang banyak kita temui? Dikutip dari buku yang berjudul Buku Monoograf Bioindikator Sungai dengan Lubuklinggau, Harmoko dan Sepriyaningsih (2019:10), dituliskan untuk membedakan sekumpulan alga, diklarifikasikan berdasarkan ciri-cirinya, yaitu pigmen, produk cadangan makanan, flagellate, morfologi, organisasi sel, sejarah hidup dan reproduksi. Algae atau ganggang hijau ditemukan sebagai organisme bersel satu, bersel banyak atau hidup dalam koloni besar.
Ganggang Hijau: Pengertian, Ciri, dan Habitatnya
Lebih dari 6.500 spesies ganggang hijau diklasifikasikan sebagai Chlorophyta dan sebagian besar hidup di laut sementara 5.000 lainnya berada di air tawar yang anggotanya terdiri dari alga hijau yang hidup sebagai plankton di air tawar dan sebagian kecil di air laut. berbentuk filamen nonmotil atau thaloid, dan mempunyai flagella. Sel-selnya dikelilingi oleh dinding selulosa yang sama dengan tanaman hijau multiseluler seperti halnya kloroplasnya. Hal ini mendukung argumentasi bahwa Chlorophyta termasuk dalam kingdom tumbuhan. Diduga ancestornya merupakan autotrof fotosintetik yang merupakan penyatuan endosimbiotik antara eukariotik heterotrofik dan cyanobacteria.
Ciri-ciri umum dari ganggang hijau (Chlorophyta)
Berwarna hijau terang.
Kosmopolitan (air tawar, payau, asin. Dari oligotrof sampai eutrof).
Memiliki anggota terbanyak.
Eukariot.
Ada yang unisel, koloni dan filament.
Pigmen yang dimiliki: klorofil a,b, karoteֶ(α,β,γ) dan beberapa xantofil.
Dinding sel terbuat dari selulosa atau polimer xylosa atau mannosa atau hemiselulosa.
Struktur tubuh ganggang hijau (Chlorophyta)
Struktur tubuh bervariasi baik dalam ukuran, bentuk maupun susunannya. Untuk mencakup sejumlah besar variasi tersebut, maka alga hijau dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Sel tunggal (uniseluler) dan motil.
Sel senobium (koloni yang mempunyai jumlah sel tertentu sehingga mempunyai bentuk yang relatif tetap).
Koloni tak beraturan, filamen (ada yang bercabang dan tidak bercabang).
Heterotrikus (filamen barcabang bentuknya terbagi menjadi prostate dan erect).
Foliaceus atau parenkimatis (filamen yang pembelahan sel vegetatif terjadi lebih dari satu bidang).
Tubular (talus yang memiliki banyak inti tanpa sekat melintang).
Bagaimana Ganggang Hijau Mendapatkan Warnanya?
Ganggang hijau punya warna hijau gelap ke hijau muda cerah yang berasal dari klorofil a dan b yang mereka miliki sama halnya dengan tumbuhan tingkat tinggi.
Warna keseluruhan ganggang hijau ditentukan oleh jumlah pigmentasi lainnya termasuk beta-karoten (berwarna kuning) dan xanthophyll (berwarna kekuningan/kecokelatan). Seperti tumbuhan tingkat tinggi, ganggang hijau menyimpan makanan mereka sebagai saripati dengan sebagian besar dalam wujud lemak atau minyak.
Habitat dan Sebaran Ganggang Hijau
Ganggang hijau pada umumnya hidup di mana cahaya melimpah seperti di zona neritik, zona pasang surut dan litoral.
Ganggang hijau kurang umum dijumpai di perairan air asin namun banyak ditemukan di perairan air tawar. Ganggang hijau dalam skala kecil juga dapat ditemukan di bebatuan, pepohonan hutan.
Klasifikasi ganggang laut telah berubah, setelah masuk dalam satu kelas saja kini sebagian besar ganggang hijau air tawar dipisahkan ke dalam kelas Chlorophyta.
Spesies Algae atau Ganggang Hijau:
Contoh dari ganggang hijau adalah selda laut (Ulva) dan Jari Orang Mati (Codium).
Pemanfaatan Ganggang Hijau
Seperti ganggang lainnya, ganggang hijau bermanfaat sebagai sumber makanan penting bagi kehidupan laut herbivora seperti ikan, crustacea, gastropoda dan mahluk lain. Manusia juga mengonsumsi ganggang hijau meski jarang digunakan sebagai makanan.
Pigmen hijau beta karoten digunakan sebagai pewarna makanan. Para peneliti juga menemukan bahwa ganggang hijau dapat mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer karena ganggang akan menyerap karbon dioksida dan menjebakannya ke dasar lautan.
(MZM)
