Gaya Bahasa atau Majas Simile: Pengertian dan Contoh

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memperoleh berbagai efek-efek khusus yang membuat sebuah karya sastra terasa hidup.
Majas umumnya digunakan dalam penulisan puisi dan prosa. Umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa.
Selain mampu menghidupkan sebuah karya sastra, penggunaan majas yang tepat juga mampu menimbulkan konotasi tertentu untuk membuat pembaca memahami makna dari suatu karya sastra secara mendalam. Anda mungkin sering mendengar majas asosiasi, metafora, personifikasi, dan hiperbola. Namun, pernahkah Anda mendengar majas simile?
Pengertian Gaya Bahasa atau Majas Simile
Dilansir dari buku “Pintar Majas, Pantun, dan Puisi”, Ulin Nuha Masruchin (2017:18-19), majas simile adalah gaya bahasa yang mengungkapkan perbandingan eksplisit dan dinyatakan dengan kata depan maupun penghubung, seperti: se-, ibarat, bagaikan, bagai, umpama, layaknya, dan laksana.
Meskipun terkesan serupa dengan majas asosiasi, namun keduanya memiliki perbedaan. Jika majas asosiasi mengumpamakan sesuatu secara implisit, sehingga pembaca harus menafsirkannya, maka simile mengumpamakan sesuatu secara eksplisit. Untuk lebih jelasnya, simak contoh di bawah ini:
a. Contoh Majas Simile:
Kulitnya selembut sutera
Kulitnya seputih salju
Bibirnya semerah darah
Tubuhnya seperti tiang yang menjulang tinggi
Semangat kerjanya seperti mesin yang tak pernah berhenti
Ingatannya sangat tajam bak gajah yang tidak pernah lupa akan apa pun
Wataknya seperti batu yang sulit untuk dilunakkan
Wajahnya bercahaya bagaikan rembulan yang menyinari gelapnya bumi di malam hari
b. Contoh Majas Asosiasi:
Tatapannya bak pisau yang baru diasah. Tafsirannya: tatapannya amat tajam.
Wajah mereka seperti pinang dibelah dua. Tafsirannya: wajah mereka mirip sekali.
Masalah ini laksana benang yang kusut. Tafsirannya: masalah ini teramat rumit.
Pembunuh itu bagaikan seekor belut. Tafsirannya: pembunuh itu sangat sulit untuk ditangkap.
Telapak tangannya seperti sebuah kapas. Tafsirannya: telapak tangannya sangat lembut.
Koruptor itu bagai tikus-tikus yang tak pernah lelah menggerogoti tiang-tiang rumah. Tafsirannya: koruptor itu senantiasa mencuri uang negara (rumah).
Makan 4 sehat 5 sempurna bagai mimpi yang tak mungkin menjadi kenyataan bagi para pemulung itu. Tafsirannya: hidup pemulung itu terlampau susah, sehingga tidak mungkin untuk makan 4 sehat 5 sempurna.
Pola pikirnya seperti soal kalkulus. Tafsirannya: pola pikirnya sulit untuk dimengerti, seperti soal kalkulus.
Demikianlah penjelasan mengenai simile, salah satu majas yang indah di dalam sastra Indonesia.
