Konten dari Pengguna

Gaya Bahasa atau Majas Simile: Pengertian dan Contoh

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas Simile, Foto: sahabatnesia
zoom-in-whitePerbesar
Majas Simile, Foto: sahabatnesia

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memperoleh berbagai efek-efek khusus yang membuat sebuah karya sastra terasa hidup.

Majas umumnya digunakan dalam penulisan puisi dan prosa. Umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa.

Selain mampu menghidupkan sebuah karya sastra, penggunaan majas yang tepat juga mampu menimbulkan konotasi tertentu untuk membuat pembaca memahami makna dari suatu karya sastra secara mendalam. Anda mungkin sering mendengar majas asosiasi, metafora, personifikasi, dan hiperbola. Namun, pernahkah Anda mendengar majas simile?

Pengertian Gaya Bahasa atau Majas Simile

Dilansir dari buku “Pintar Majas, Pantun, dan Puisi”, Ulin Nuha Masruchin (2017:18-19), majas simile adalah gaya bahasa yang mengungkapkan perbandingan eksplisit dan dinyatakan dengan kata depan maupun penghubung, seperti: se-, ibarat, bagaikan, bagai, umpama, layaknya, dan laksana.

Meskipun terkesan serupa dengan majas asosiasi, namun keduanya memiliki perbedaan. Jika majas asosiasi mengumpamakan sesuatu secara implisit, sehingga pembaca harus menafsirkannya, maka simile mengumpamakan sesuatu secara eksplisit. Untuk lebih jelasnya, simak contoh di bawah ini:

a. Contoh Majas Simile:

  • Kulitnya selembut sutera

  • Kulitnya seputih salju

  • Bibirnya semerah darah

  • Tubuhnya seperti tiang yang menjulang tinggi

  • Semangat kerjanya seperti mesin yang tak pernah berhenti

  • Ingatannya sangat tajam bak gajah yang tidak pernah lupa akan apa pun

  • Wataknya seperti batu yang sulit untuk dilunakkan

  • Wajahnya bercahaya bagaikan rembulan yang menyinari gelapnya bumi di malam hari

b. Contoh Majas Asosiasi:

  • Tatapannya bak pisau yang baru diasah. Tafsirannya: tatapannya amat tajam.

  • Wajah mereka seperti pinang dibelah dua. Tafsirannya: wajah mereka mirip sekali.

  • Masalah ini laksana benang yang kusut. Tafsirannya: masalah ini teramat rumit.

  • Pembunuh itu bagaikan seekor belut. Tafsirannya: pembunuh itu sangat sulit untuk ditangkap.

  • Telapak tangannya seperti sebuah kapas. Tafsirannya: telapak tangannya sangat lembut.

  • Koruptor itu bagai tikus-tikus yang tak pernah lelah menggerogoti tiang-tiang rumah. Tafsirannya: koruptor itu senantiasa mencuri uang negara (rumah).

  • Makan 4 sehat 5 sempurna bagai mimpi yang tak mungkin menjadi kenyataan bagi para pemulung itu. Tafsirannya: hidup pemulung itu terlampau susah, sehingga tidak mungkin untuk makan 4 sehat 5 sempurna.

  • Pola pikirnya seperti soal kalkulus. Tafsirannya: pola pikirnya sulit untuk dimengerti, seperti soal kalkulus.

Demikianlah penjelasan mengenai simile, salah satu majas yang indah di dalam sastra Indonesia.