Konten dari Pengguna

Gotong Royong Mencerminkan Sila Pancasila ke Berapa? Ini Jawabannya!

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gotong royong yang mencerminkan sila kelima, sumber gambar oleh Céline Martin dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gotong royong yang mencerminkan sila kelima, sumber gambar oleh Céline Martin dari Pixabay

Gotong royong merupakan salah satu budaya yang ada di Indonesia dan salah satu bentuk pengamalan dari Pancasila. Pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman masyarakat Indonesia dalam melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Dalam lima butir Pancasila terkandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Tahukah Anda, gotong royong mencerminkan sila Pancasila yang ke berapa? Simak jawabannya berikut ini.

Sila Kelima Pancasila Tentang Gotong Royong

Ilustrasi gotong royong yang mencerminkan sila kelima, sumber gambar oleh Werner Heiber dari Pixabay

Jika kita bicara mengenai gotong royong yang berkembang di masyarakat Indonesia, perilaku tersebut merupakan salah satu bentuk pengamalan dari sila di dalam Pancasila. Tepatnya sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dikutip dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Ani Sri Rahayu) (2017: 19) nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia didasari oleh sila Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, serta kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Dalam sila kelima tersebut terkandung nilai-nilai yang merupakan tujuan negara sebagai tujuan dalam hidup bersama. Maka dari itu, dalam sila kelima terkandung nilai keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan kemanusiaan, yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat, bangsa, dan negaranya, serta manusia dengan tuhannya.

Sila kelima disimbolkan dengan padi dan kapas. Maknanya adalah kemakmuran dan kesejahteraan. Sedangkan menurut Ir. Soekarno, gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang disebut dengan satu karyo, satu gawe. Selain gotong royong ada beberapa perilaku yang merupakan contoh pengamalan dari sila kelima yaitu:

  1. Mengembanglan sikap adil terhadap sesama.

  2. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

  3. Menghormati hak orang lain.

  4. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

  5. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

  6. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan atau merugikan kepentingan umum.

Itulah sila kelima Pancasila dan contoh pengamalannya yaitu gotong royong yang mencerminkan sila kelima. (WWN)