Konten dari Pengguna

Gubernur Jenderal VOC yang Pertama dan Sejarah Singkat VOC

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi artikel Gubernur Jenderal VOC yang Pertama dan Sejarah Singkat VOC. Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Gubernur Jenderal VOC yang Pertama dan Sejarah Singkat VOC. Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Gubernur Jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both. Bagaimanakah sejarah dan perkembangan VOC pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Gubernur Jenderal VOC yang Pertama dan Sejarah Singkat VOC

Menurut buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia oleh Adi Sudirman (2019: 193-197), VOC adalah singkatan dari Verenigde Oost Indische Compagnie. Sejarah lahirnya VOC dilatarbelakangi kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia. VOC dipimpin oleh dewan yang terdiri dari 17 orang , yaitu Dewan Tujuh Belas dan berkedudukan di Amsterdam. Hak hidup VOC diperoleh dari raja yang memberikannya dalam bentuk Octrooi (piagam). Di dalamnya tercantum hak-hak VOC yang bersifat kenegaraan, yaitu:

  1. Hak mengadakan perjanjian dengan negeri lain.

  2. Hak memerintah tanah jajahan.

  3. Hak membentuk tentara.

  4. Hak mengedarkan mata uang.

  5. Hak mendirikan benteng.

Dengan hak-hak kenegaraan tersebut, VOC menjadi sangat leluasa. Ibaratnya, VOC adalah suatu negara karena ia juga memiliki hak kedaulatan. Untuk dapat menjalankan tugasnya di Indonesia, VOC membentuk pemerintahan. Untuk itu Pieter Both diangkat sebagai Gubernur Jenderal VOC pertama. Namun, peletak dasar kekuasaan VOC dan pemerintah kolonial Belanda di Indonesia adalah Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen.

Ilustrasi artikel Gubernur Jenderal VOC yang Pertama dan Sejarah Singkat VOC. Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Awalnya, VOC menanamkan kekuasaannya di Ambon, bahkan gubernur jenderal yang pertama berdomisili di sana. Kemudian, sejak tahun 1609, Gubernur Jenderal J.P. Coen memindahkan kekuasaan VOC dari Ambon ke Jayakarta (Sunda Kelapa), yang sejak tahun 1619 diubah menjadi Batavia. Tempat ini lebih strategis karena terletak pada jalur perdagangan internasional.

Tujuan Pembentukan VOC adalah sebagai berikut:

  1. Menguasai pelabuhan penting.

  2. Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.

  3. Melaksanakan monopoli perdagangan di Indonesia.

  4. Mengatasi persaingan antara Belanda dengan pedagang Eropa lainnya.

Pada pertengahan abad ke-18, VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan utang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan antara lain berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal, serta daerah kekuasaan di Indonesia.

Itulah penjelasan mengenai Gubernur Jenderal VOC yang pertama beserta sejarah singkat VOC. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai sejarah Indonesia. (IND)