Konten dari Pengguna

Hadits Jangan Suka Marah dan Cara Meredamnya Sesuai Anjuran Nabi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hadits Jangan Suka Marah. Foto. dok. Usman Yousaf (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hadits Jangan Suka Marah. Foto. dok. Usman Yousaf (Unsplash.com)

Setiap perlakuan dan amalan selama hidup, umat Muslim menggunakan pedoman Alquran dan Al Hadits yang berisi berbagai aturan dan anjuran yang perlu diamalkan umat Muslim. Hal ini ditunjukkan dari adanya hadits jangan suka marah yang mengingatkan kita untuk dapat mengendalikan diri saat emosi. Untuk mengetahui isi hadits jangan suka marah lengkap dengan cara meredamnya, mari kita simak ulasannya dalam artikel berikut.

Hadits Jangan Suka Marah Lengkap dengan Latin dan Artinya

Emosi marah merupakan salah satu emosi yang wajar dirasakan bagi setiap manusia saat dirinya merasa terganggu atau terusik. Namun begitu, kita tetap perlu mengontrol emosi dan amarah kita agar tidak meluap-luap bahkan membabi buta. Hal ini rupanya sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam sebuah hadits jangan suka marah.

Isi hadits tersebut rupanya juga dibahas dalam buku berjudul 1100 Hadits Terpilih yang ditulis oleh Dr. Muh Faiz Almath (2020: 192) yang memaparkan bahwa seorang sahabat berkata kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku.” Nabi saw. berpesan, “Jangan suka marah (emosi).” Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi saw. tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah.”

Lebih lengkap, berikut ini isi hadits jangan suka marah yang disajikan lengkap dengan latin dan artinya:

Ilustrasi Hadits Jangan Suka Marah. Foto. dok. Christian Erfurt (Unsplash.com)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari, no. 6116)

Cara Meredam Amarah Sesuai Anjuran Nabi

Jika sampai Anda merasa amarah mulai menyerang diri, Anda dapat meredam amarah dengan mudah. Salah satu cara meredam amarah yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah dengan mengucapkan “A’udzubillahi minas-syaitan” saat merasa marah. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam hadis dari Sulaiman bin Shurod radhiyallahu ‘anhu berkata,

كُنْتُ جَالِسًا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجُلاَنِ يَسْتَبَّانِ، فَأَحَدُهُمَا احْمَرَّ وَجْهُهُ، وَانْتَفَخَتْ أَوْدَاجُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ

Artinya: “Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitan’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR Bukhari, no. 3282)

Ilustrasi Hadits Jangan Suka Marah. Foto. dok. Ryan Snaadt (Unsplash.com)

Keutamaan Menahan Amarah Bagi Umat Muslim

Bagi umat Muslim yang berhasil meredam amarah dengan baik, Allah menjanjikan keutamaan yang dapat diperoleh di akhirat. Keutamaan menahan amarah ini dijelaskan dalam hadis dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ

Artinya: “Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186)

Itu dia pemaparan lengkap mengenai hadits jangan suka marah lengkap dengan cara meredamnya yang dapat Anda jadikan sebagai pengingat betapa pentingnya kita mengontrol emosi dengan baik. (DAP)