Konten dari Pengguna

Hari Pendidikan Nasional Mengenang Jasa Ki Hajar Dewantara

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Pendidkan Nasional dan Ki Hajar Dewantara dok: Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hari Pendidkan Nasional dan Ki Hajar Dewantara dok: Kumparan

Hari Pendidikan Nasional setiap tahunnya pada tanggal 2 Mei yang sekaligus tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Meskipun bukan hari libur nasional, Hardiknas dirayakan secara luas di Indonesia.

Salah satu perayaan yang biasa diadakan setiap tahunnya yakni dengan upacara bendera di sekolah dan perguruan tinggi. Bahkan dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pesan bertema pendidikan.

Diperingati Setiap Tanggal 2 Mei Begini Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Ia berasal dari lingkungan keluarga Kadipaten Pakualaman di Yogyakarta, yang merupakan salah satu kerajaan pecahan Dinasti Mataram selain Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Kadipaten Mangkunegaran.

Beliau menamatkan sekolah di ELS (Sekolah Dasar Belanda), lalu melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) meski tidak ia tamatkan akibat sakit yang dideritanya. Di masa mudanya, Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai aktivis sekaligus jurnalis pergerakan nasional yang pemberani.

Ia menjadi wartawan di beberapa surat kabar seperti Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Sementara itu, ia sempat bergabung dengan Boedi Oetomo (BO) di Batavia (Jakarta) pada 20 Mei 1908, kemudian keluar dan mendirikan Indische Partij (IP) bersama Cipto Mangunkusumo serta Ernest Douwes Dekker atau Tiga Serangkai pada 25 Desember 1912.

Beliau juga telah mengajarkan filososi yang terkenal di dunia pendidikan yakni “Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani” yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan”.

Setelah Indonesia merdeka, beliau diangkat menjadi menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia di kabinet pertama di bawah pemerintahan Ir. Soekarno. Atas perjuangan Ki Hajar Dewantara ini, beliau mendapat julukan bapak pendidikan Indonesia. Untuk mengenang semua jasanya setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

(RN)