Konten dari Pengguna

Hukum Bacaan Tarqiq dan Tafkhim dalam Ilmu Tajwid Beserta Contohnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum Bacaan Tarqiq. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/GR Stocks
zoom-in-whitePerbesar
Hukum Bacaan Tarqiq. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/GR Stocks

Hukum bacaan Tarqiq dan Tafkhim dalam ilmu harus benar sesuai dengan kaidah. Dikutip dari buku Dasar-Dasar Ilmu Tajwid, Marzuki (2021, 107), tafkhim secara bahasa bermakna menggemukkan atau menebalkan. Lawan dari bacaan Tafkhim adalah Tarqiq.

Secara bahasa, Tarqiq berarti menipiskan. Kedua bacaan ini, tafkhim dan tarqiq, secara garis besar berlaku pada huruf ل dan ر. Namun, ternyata sebagian Imam Qurra juga mencatumkan huruf Isti’la termasuk dalam bacaan Tafkhim.

Hukum Bacaan Tarqiq dan Tafkhim

Hukum Bacaan Tarqiq. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/MATAQ Darul Ulum

Terdapat pembagian bacaan yang termasuk dalam kategori Tafkhim atau Tarqiq. Berikut penjelasannya.

1. Tafkhim

Ciri-ciri umum dari Tafkhim, yaitu setiap Huruf Ra’ yang berharakat Dhammah dan Fathah, serta Lam pada lafad Allah. Berikut huruf-huruf yang dibaca Tafkhim.

  • Ra’ Sukun yang sebelumnya huruf berharakat Kasrah atau Ya’ dan setelahnya berupa huruf Isti’la. Contohnya:

و إرْصَادًا

  • Ra’ Sukun yang sebelumnya huruf berharakat Kasrah ‘Aridh atau Hamzah Washal. Contohnya:

إنِ ارْتَبْتُمْ

  • Lafad Allah yang sebelumnya Huruf berharakat Fathah atau Dhommah. Contohnya:

وَاللهُ غَفُوْرٌ, إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ

  • Ra berharakat Fathah, Dhommah, Sukun yg sebelumnya bukan huruf berharakat Kasrah asli (dalam satu kalimat). Ini merupakan pandangan as-Syathibi sebagaiman ditulis ad-Dani dalam At-Tahdid fi al-Itqon wa at-Tajdid. Contohnya:

بِرُؤُوْسِكُمْ, بِرَسُوْلٍ

  • Ra’ berharakat Dommah yang diwaqafkan, baik ketika sebelumnya berupa huruf berharaat Dhommah, Fathah, atau Kasrah lazim atau Ya’ yang disukun. Contohnya:

مُزْدَجَرٌ

  • Jika di antara Ra’ dan huruf berharakat Kasrah ada sebuah huruf yang disukun, maka Ra’nya dibaca Tafkhim menurut Qira’at ‘Ashim. Contohnya:

الذِّكْرُ, حِذْرَكُمْ

  • Ra’ Kasrah yg sebelumnya huruf berharakat Dhommah atau Fathah yang dibaca waqaf (sukun). Contohnya:

مِنْ مَطَرٍ, بِالنُّذُرِ

  • Huruf Ra’ yang berharakat Fathah atau Dhommah. Contohnya:

فَمَا رَبِحَتْ , رُسُلِهِ

  • Semua huruf Isti’la tanpa terkecuali, baik yang berharakat Fathah, Kasrah, atau Dhommah. Huruf Isti’la ialah huruf خ, ص , ض, غ, ط, ق, ظ

2. Tarqiq

Ciri-ciri umum dari Tarqiq, yaitu setiap huruf Ra’ yang berharakat Kasrah, dan Huruf Lam yang berharakat Fathah, Dhomah, Kasrah dan Sukun. Berikut huruf-huruf yang dibaca Tarqiq.

  • Ra’ berharakat Kasrah. Contohnya:

بِا الذِّكْرِ

  • Ra’ Sukun yang sebelumnya huruf berharakat Kasrah. Contohnya:

وَاسْتَغْفِرْ

  • Ra yang berharakat Kasrah yang sebelumnya bukan huruf berharakat Dhommah atau Fathah, baik washal atau waqaf. Contohnya:

مِنْ نَذِيْرِ

  • Lafad Allah (Jalalah) yang sebelumnya huruf berharakat Kasrah. Contohnya:

فيِ سَبِيْلِ اللهِ

  • Seluruh huruf Lam selain Lam Jalalah yang berharakat Dhommah dan Fathah. Contohnya:

يقبل, الذين, للمتقين

  • Huruf Ra’ Sukun yang sebelumnya berupa huruf berharakat Kasrah dalam satu kalimat. Contohnya:

تُنْذِرْهُمْ

Baca juga: Hukum Bacaan Idgham Bilaghunnah dan Artinya

Itulah hukum bacaan tarqiq dan tafkhim dalam ilmu tajwid lengkap dengan contohnya. Semoga penjelasan tersebut dapat mempermudah para kaum muslimin dalam memahami salah satu hukum tajwid. (Gin)