Iman kepada Hari Akhir: Pengertian, Dalil, dan Hikmahnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iman kepada Hari Akhir merupakan salah satu rukun iman yang fundamental dalam ajaran Islam.
Keyakinan ini menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan akan diikuti oleh kehidupan setelah mati, di mana setiap amal perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Pemahaman tentang Hari Akhir memberikan landasan moral bagi setiap muslim untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Iman kepada Hari Akhir: Pengertian, Dalil, dan Hikmahnya
Untuk memahami pentingnya iman kepada Hari Akhir secara menyeluruh, berikut adalah penjelasan mengenai pengertian iman kepada hari akhir, dalil, dan hikmahnya.
Pengertian Iman kepada Hari Akhir
Iman kepada Hari Akhir adalah keyakinan penuh bahwa dunia ini akan berakhir, lalu seluruh makhluk dibangkitkan untuk dihisab dan dibalas sesuai amalnya.
Setiap muslim wajib mengimani terjadinya Hari Qiyāmah, hari ketika segala sesuatu hancur, kemudian semua manusia dibangkitkan untuk menerima balasan, baik surga bagi yang taat maupun neraka bagi yang durhaka.
Dalil Iman kepada Hari Akhir
Dalil Al-Qur’an – QS Al-Hajj 6–7
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ ﴿٦﴾ وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌۭ لَّا رَيْبَ فِيهَا
وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ ﴿٧﴾
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa saja yang di dalam kubur.”
Makna ayat ini adalah bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Semua manusia akan mengalami kematian, lalu dibangkitkan pada Hari Kiamat untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan.
Dalil Hadis – Arba’in Nawawi
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; hendaklah ia memuliakan tetangganya; dan hendaklah ia memuliakan tamunya.”
Pesan utama hadis ini adalah iman tidak hanya keyakinan di hati, tetapi juga harus tercermin dalam perbuatan nyata seperti menjaga ucapan, menghormati tetangga, dan memuliakan tamu.
Hikmah Iman kepada Hari Akhir
Al-Quran Surat Al-Hasyr (59) ayat 18 memerintahkan setiap mukmin untuk selalu mengevaluasi amal perbuatannya. Kesadaran ini menjadi bekal menghadapi Hari Akhir, karena semua amal akan dihisab.
يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌۭ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۢ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Seorang muslim hendaknya selalu sadar bahwa semua perbuatan sekecil apa pun akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, sehingga setiap langkah hidup harus diarahkan untuk kebaikan.
Itulah penjelasan mengenai pengertian iman kepada Hari Akhir, dalil, dan hikmahnya. Keyakinan kepada Hari Akhir menanamkan kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan, sehingga mendorong hidup penuh tanggung jawab dan kebaikan. (Sila)
Baca Juga: Ulasan Hubungan Iman, Islam, dan Ihsan serta Perbedaannya
