Indahnya Saling Menghargai dalam Islam dan Menghormati Perbedaan

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indahnya saling menghargai dalam Islam terdapat dalam prinsip dan karakter agamanya. Hal tersebut telah diatur dalam hukum syariah.
Syariah adalah hukum yang mengatur tentang perbuatan seorang muslim. Baik kepada Allah Swt. yang dinamakan ibadah mahdhah, ataupun kepada sesama manusia yang dinamakan dengan ibadah ghairu mahdhah.
Indahnya Saling Menghargai dalam Islam
Agama Islam memiliki prinsip dan karakteristik yang mengajarkan umatnya untuk saling menghargai. Berdasarkan buku Pendidikan Agama Islam, Al Ikhlas (2020:42), berikut indahnya saling menghargai dalam Islam yang tercantum pada prinsip agamanya.
Prinsip Agama Islam
Agama Islam memiliki beberapa prinsip yang mengajarkan untuk saling menghargai dan menghormati, antara lain.
1. Al-Musawah (Kesetaraan)
Islam mengakui bahwa seluruh manusia itu sama di mata Allah Swt. Manusia tidak dibedakan oleh suku, ras, bangsa, bentuk tubuh ataupun atribut keduniaan lainnya.
Islam tidak memandang manusia berkasta-kasta. Satu hal yang membedakan manusia di hadapan Allah Swt. hanyalah takwa.
2. Al-Muakhah (Persaudaraan)
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia bersaudara. Ada beberapa bentuk persaudaraan dalam kehidupan, yaitu: persaudaraan sesama manusia, sebangsa setanah air, dan seiman seagama.
Karakteristik Agama Islam dalam Toleransi
Indahnya saling menghargai dalam Islam terdapat pada karakteristik yang dimilikinya, yaitu.
1. Islam Agama Syumuliyah
Islam merupakan agama syumuliyah atau universal, yaitu agama yang diturunkan untuk seluruh umat manusia. Agama Islam tidak membeda-bedakan antara satu suku, bangsa dengan kaum lainnya.
Di hadapan Allah Swt semua manusia sama. Rasulullah Saw diutus untuk seluruh umat manusia.
2. Islam Agama Tasamuh
Meskipun Islam adalah agama dakwah, akan tetapi Islam penuh dengan tasamuh yaitu toleransi. Islam tidak memaksakan kepada setiap orang untuk menjadi muslim.
Ketika di Makkah, Allah Swt. mengajarkan kepada umat Islam untuk bertoleransi. Tidak memaksakan agama dan keyakinannya kepada penduduk Makkah yang beragama Jahiliyah.
Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. berikut ini.
Katakanlah: "Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku, agamaku" (QS. Al Kafirun:5-6).
Baca juga: 3 Ayat Tentang Toleransi dalam Islam yang Wajib Dipahami Seorang Muslim
Indahnya saling menghargai dalam Islam juga dicontohkan oleh Rasulullah Saw ketika hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain di Madinah. Begitulah indahnya toleransi dalam Islam, sehingga manusia bisa hidup selaras.(DK)
