Indikator Pembelajaran: Pengertian, Fungsi, dan Cara Penyusunannya

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indikator pembelajaran adalah hal yang sangat penting di dalam kegiatan belajar, bahkan bisa dikatakan menentukan keberhasilan di dalam kegiatan pembelajaran.
Indikator Pembelajaran adalah Penentu Keberhasilan Kegiatan Belajar
Secara umum, indikator merupakan variabel yang bisa digunakan untuk mengevaluasi keadaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Dikutip dari buku Perangkat Pembelajaran Bahasa Inggris SMK KD 2, Heri Purnomo, M.A., (2019:42), indikator pembelajaran adalah penanda spesifik atas pencapaian kompetensi dasar yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
Indikator pembelajaran atau indikator pendidikan merupakan penjabaran kompetensi dasar secara keseluruhan, yang menunjukkan respons siswa terkait kegiatan pembelajaran dilaksanakan tenaga pendidik.
Indikator pembelajaran dikembangkan sesuai karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, dan potensi daerah, kemusian dirumuskan di salam kata kerja operasional yang terukur dan/atau bisa diobservasi. Jadi, indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
Fungsi Indikator Pembelajaran
Indikator pembelajaran memiliki berbagai fungsi sebagai berikut:
Sebagai pedoman bagi tenaga pendidik saat menyusun alat ukur pembelajaran
Sebagai alat penunjuk akan adanya perubahan di dalam suatu kegiatan atau kejadian tertentu
Sebagai pedoman untuk merencanakan dan melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran
Sebagai pedoman saat hendak mengembangkan kegiatan pembelajaran berdasarkan karakteristik, potensi, kebutuhan, dan lingkungan
Sebagai pedoman untuk memberikan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar mengajar
Cara Penyusunan Indikator Pembelajaran
Berikut adalah cara yang harus dilakukan untuk menyusun indikator pembelajaran:
Lakukan pengembangan indikator dengan menganalisis tingkat kompetensi Syarat Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Hal ini merupakan sangat dibutuhkan demi memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan sebagai standar nasional. Akan jauh lebih baik jika sekolah dapat mengembangkan indikator yang melebihi standar nasional.
Tingkat kompetensi nasional dapat diklasifikasikan ke dalam 3 bagian, yakni: tingkat pengetahuan, tingkat proses, dan tingkat penerapan. Nah, tingkat kompentesi nasional dapat dicek melalui kata kerja operasional yang dipakai dalam SK dan KD.
Kata kerja di tingkat pengetahuan lebih rendah dibandingkan tingkat proses ataupun penerapan, karena tingkat penerapan adalah tuntutan kompetensi tertinggi yang diinginkan.
Demikianlah penjelasan mengenai indikator pembelajaran. Semoga bermanfaat.(BRP)
