Konten dari Pengguna

Inilah Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Gaya Coulomb di Ilmu Fisika

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Inilah Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Gaya Coulomb di ilmu Fisika. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Inilah Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Gaya Coulomb di ilmu Fisika. Sumber: pexels.com

Dalam pelajaran fisika, kita mengenal gaya Coulomb. Gaya Coulomb kita pelajari dalam materi listrik dalam fisika. Menurut buku Medan Elektromagnetika Terapan oleh Ir. Rustam Effendi, M.Sc (2007: 18), hukum Coulomb adalah hukum yang menjelaskan gaya Coulomb yang bekerja pada masing-masing muatan-muatan titik yang terpisah dengan jarak tertentu di dalam medium elektrik.

Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya gaya Coulomb adalah besar muatan. Namun, apakah ada faktor lainnya? Simak penjelasan mengenai gaya Coulomb dan contohnya dalam artikel berikut ini.

Ilustrasi Inilah Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Gaya Coulomb. Sumber: pexels.com

Penjelasan Mengenai Gaya Coulomb di Ilmu Fisika

Berikut ini adalah penjelasan mengenai gaya Coulomb berdasarkan buku Fisika SMA Kelas XII oleh M.Ali Yaz (2007: 82-83). Dalam buku tersebut dijelaskan contoh bila dua materi bermuatan, maka gaya tolak atau gaya tarik satu sama lain sebanding dengan perkalian dari kedua muatan. Jika muatan pada K dan L adalah Q1 dan Q2, maka gaya F adalah:

F ~ Q1 Q2

Ketergantungan antara gaya tolak dan gaya tarik antara muatan-muatan didemonstrasikan oleh ilmuwan asal Prancis, Charles Coulomb pada tahun 1785. Coulomb menemukan bahwa gaya tarik dan gaya tolak antara dua muatan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara muatan.

Oleh karena itu, gaya listrik pada setiap muatan berbanding dengan:

K (Qq)/R2

Dalam persamaan ini, K merupakan konstanta, bergantung pada satuan yang digunakan untuk menghitung gaya, jarak, dan muatan. Konstanta ini juga bergantung pada medium percobaan. Jika dilakukan di udara atau ruang hampa udara maka konstanta K adalah:

K = 9 x 10 Nm2 /C2

Satuan muatan disebut dengan coulomb, disingkat dengan C. Seperti gaya lainnya, gaya coulomb juga merupakan besaran vektor. Jika muatan berlawanan tanda maka terjadi gaya tarik. Jika muatan bertanda sama maka terjadi gaya tolak. Tanda dari gaya Coulomb bergantung dari perkalian muatan, untuk menyederhanakan perhitungan, kita akan menyebut gaya tarik sebagai (+) dan gaya tolak sebagai (-).

Ilustrasi Inilah Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Gaya Coulomb. Sumber: pexels.com

Itulah penjelasan mengenai hukum Coulomb dan faktor yang mempengaruhi gaya Coulomb dalam fisika beserta rumusnya. Semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda yang sedang mempelajari fisika. (IND)