Konten dari Pengguna

Jejak dan Langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili dan Karya Tulisnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jejak dan langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili. Foto: Unsplash/Imad Alassiry
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jejak dan langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili. Foto: Unsplash/Imad Alassiry

Bagi para siswa kelas XI yang belajar mata pelajaran PAI Kurikulum Merdeka, ulama Islam menjadi bagian yang dipelajari. Salah satunya adalah jejak dan langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili.

Beliau merupakan seorang ulama yang lahir di Singkil, Aceh. Karya-karya Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili juga banyak dan berpengaruh besar terhadap Islam, terutama di tanah Melayu.

Jejak dan Langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili

Ilustrasi jejak dan langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili. Foto: Unsplash/Utsman Media

Jejak dan langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili sangatlah panjang. Berikut ini kisahnya yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/SMK Kelas XI oleh Abd. Rahman dan Hery Nugroho, (2021).

Aminuddin Abdul Rauf bin Ali al-Jawi Tsumal Fansuri as-Singkili yang dikenal dengan Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili lahir pada tahun 1024H/1615H dan wafat di Kuala Aceh pada tahun 1105H/1693M.

Beliau adalah ulama besar Aceh dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya ialah Tengku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala).

Pada masa mudanya, beliau belajar bersama ayahnya sendiri. Kemudian belajar kepada ulama-ulama di Fansur dan Banda Aceh. Selanjutnya, pergi menunaikan ibadah haji, dan dalam proses lawatannya, belajar juga kepada banyak ulama di Timur Tengah.

Sekitar tahun 1083 H/1662 M, Syekh Abdul Rauf kembali ke Aceh dan mengajarkan serta mengembangkan Tarekat Syathariah yang diperolehnya. Banyak santri dan murid yang berguru kepadanya, dan berasal dari Aceh serta wilayah Nusantara lainnya.

Syekh Abdul Rauf menjadi rujukan penting para mubaligh yang merintis dakwah ke berbagai daerah di Nusantara.

Terlebih Aceh merupakan tempat persinggahan para calon jamaah haji asal Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain. Disebabkan peran besar tersebut, Syekh Abdul Rauf dapat dikatakan sebagai poros sejumlah ulama Nusantara.

Karya Tulis Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili

Ilustrasi karya tulis Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Beberapa karya tulis dari Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili yang dipublikasikan oleh murid-muridnya di antaranya yakni:

  1. Mir’at al-Thullāb fī Tasyil Mawā’iz al-Badî’rifat al-Ahkām al-Syar’iyyah li Mālik al-Wahhāb, karya ini berisi tentang bidang fiqh atau hukum Islam yang ditulis atas permintaan Sultanah Safiyatuddin.

  2. Tarjuman al-Mustafīd, merupakan naskah pertama Tafsir Al-Qur’an yang lengkap berbahasa Melayu.

  3. Terjemahan Hadits Arba’in karya Imam al-Nawawi, ditulis atas permintaan Sultanah Zakiyyatuddin.

  4. Mawā’iz al-Badī’, berisi sejumlah nasihat penting dalam pembinaan akhlak.

  5. Tanbīh al-Masyi, merupakan naskah tasawuf yang memuat pengajaran tentang martabat tujuh.

  6. Kifāyat al-Muhtajin ilā Masyrah al-Muwahhidīn al-Qāilīn bi Wahdatil Wujūd, memuat penjelasan tentang konsep wahdatul wujud.

  7. Daqāiq al-Hurf, pengajaran mengenai tasawuf dan ilmu kalam (akidah).

Baca Juga: Pengaruh Islam pada Masa Modern Bagi Indonesia beserta Buktinya

Demikianlah informasi tentang jejak dan langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili dan karya tulisnya. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan tentang ulama besar di Indonesia.(MZM)