Konten dari Pengguna

Jenis Alat-alat Pelindung Jatuh Perorangan dari Ketinggian

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis alat-alat pelindung jatuh perorangan, sumber foto: unsplash.com/Clem Onojeghuo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis alat-alat pelindung jatuh perorangan, sumber foto: unsplash.com/Clem Onojeghuo

Bekerja di ketinggian merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, seperti jatuh, cedera, luka serius, hingga kematian. Oleh karena itu, setiap pekerja yang bekerja di ketinggian harus mengenali jenis alat-alat pelindung jatuh perorangan.

Dengan mengetahui jenisnya dan menggunakannya saat bekerja, pekerja akan terhindar dari risiko kecelakaan. Penggunaan alat pelindung diri sendiri sudah diatur oleh pihak terkait.

Jenis Alat-alat Pelindung Jatuh Perorangan

Ilustrasi jenis alat-alat pelindung jatuh perorangan, sumber foto: unsplash.com/Danist Soh

Dikutip dari buku Kecelakaan Kerja: Mengapa Masih Terjadi di Tempat Kerja?, Muhammad Sultan, (2021) fungsi utama alat pelindung jatuh perorangan adalah untuk membatasi gerak pekerja agar tidak masuk ke tempat yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Selain itu, alat safety juga berguna untuk mencegah atau mengurangi dampak jatuh dari ketinggian bagi pekerja. Alat pelindung jatuh perorangan terdiri dari dua jenis, yaitu perangkat pencegah jatuh dan perangkat penahan jatuh.

Berikut adalah beberapa jenis alat-alat pelindung jatuh perorangan yang umum digunakan oleh pekerja di ketinggian:

1. Safety Belt

Alat ini dipakai di bagian pinggang pekerja dan dikaitkan ke anchor point melalui lanyard. Alat ini hanya cocok untuk pekerjaan yang tidak memungkinkan pekerja terjatuh dari ketinggian, seperti membersihkan gedung atau memperbaiki kabel listrik.

2. Full Body Harness

Alat ini didesain untuk melindungi seluruh tubuh pekerja, seperti panggul, dada, paha dan bahu. Alat ini memiliki D-ring di bagian punggung yang dapat dipasangkan ke lanyard, lifeline, atau komponen lain yang kompatibel.

Alat ini lebih aman daripada safety belt untuk pekerjaan yang berisiko terjatuh bebas. Hal ini karena beban tekanan akan menyebar ke seluruh tubuh .

3. Shock Absorber

Alat ini berfungsi untuk menyerap guncangan atau kekuatan tekanan yang timbul saat pekerja terjatuh dari ketinggian. Alat ini biasanya diproduksi terpisah atau menyatu dengan lanyard. Shock absorber dapat mengurangi risiko cedera pada pekerja dan kerusakan pada anchor point .

4. Lanyard

Alat ini adalah tali pendek yang menghubungkan antara harness dan anchor point. Alat ini dapat berupa tali statis atau dinamis. Tali statis tidak memiliki kemampuan untuk meregang atau menyerap guncangan, sehingga harus digunakan bersama dengan shock absorber.

Tali dinamis memiliki kemampuan untuk meregang atau menyerap guncangan, sehingga tidak memerlukan shock absorber .

5. Retractable Lifeline

Alat ini adalah tali pengaman yang dilengkapi dengan alat penarik otomatis yang dapat menyesuaikan panjang tali sesuai dengan jarak pekerja dari anchor point. Alat ini dapat mengurangi jarak jatuh bebas dan memberikan fleksibilitas bagi pekerja.

Baca juga: Memahami Proses Produksi pada Industri Manufaktur dan Rekayasa Elektronika

Jenis-jenis alat pelindung jatuh perorangan dari ketinggian ini wajib diketahui oleh pekerja. Pemilihan, penggunaan, dan perawatan alat pelindung jatuh perorangan harus dilakukan sesuai dengan standar K3 dan petunjuk produsen. (WWN)