Jenis-Jenis Alat Ukur Panjang dan Fungsinya dalam Fisika

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu fisika, terdapat jenis-jenis alat ukur panjang dan fungsinya. Alat ukur memegang peranan penting dalam ilmu pengetahuan.
Alat yang digunakan sedikit berbeda dengan alat ukur yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan dalam fisika membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
Mengenal Jenis-Jenis Alat Ukur Panjang dan Fungsinya
Dalam Fisika, pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran standar. Berdasarkan buku Kisi-Kisi Pasti UN SMP 2015, Reni Fitriani (2015:252), inilah jenis-jenis alat ukur panjang dan fungsinya.
1. Mistar
Mistar memiliki skala pengukuran terkecil 1 milimeter, sesuai dengan jarak garis terkecil yang terdapat pada skala penggaris.
Mistar memiliki tingkat ketelitian atau ketidakpastian hasil pengukuran 0,5 mm atau 0.05 cm, yaitu sebesar setengah dari skala terkecil yang dimiliki oleh mistar. Karakteristik pada mistar adalah sebagai berikut.
Untuk mengukur benda yang panjangnya kurang dari 50 cm atau 100 cm.
Tingkat ketelitiannya 0,5 mm (1½ x 1 cm).
Satuan yang tercantum dalam mistar adalah cm, mm, serta inchi.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat, maka sudut pengamatan harus tegak lurus dengan obyek dan mistar.
2. Meteran Lipat
Meteran lipat juga dikenal dengan pita pengukur. Karakteristik yang terdapat pada meteran lipat antara lain berikut ini.
Meteran pita digunakan untuk mengukur suatu obyek yang tidak bisa dilakukan dengan mistar, misalnya karena ukurannya terlalu panjang atau bentuknya tidak lurus.
Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 1 mm.
3. Jangka Sorong
Jangka sorong terdiri atas rahang tetap dan rahang sorong yang dapat digeser-geser. Rahang tetap memiliki skala yang disebut skala utama.
Satu bagian skala utama memiliki panjang 1 mm. Adapun rahang sorong dilengkapi dengan 20 bagian skala yang disebut skala nonius.
Skala nonius disebut sebagai skala Vernier, yang diambil dari nama penemunya , Piere Vernier. Karakteristik pada jangka sorong, yaitu.
Jangka sorong digunakan untuk mengetahui panjang bagian luar, maupun bagian benda dengan sangat akurat atau teliti.
Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,1 mm.
4. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup memiliki dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala utama ditunjukkan oleh silinder pada lingkaran dalam, sedangkan skala nonius ditunjukkan oleh selubung pada lingkaran luar.
Karakteristik yang terdapat pada mikrometer sekrup, yaitu.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengetahui ukuran panjang yang sangat kecil.
Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,01 mm.
Baca juga: Macam-Macam Alat Ukur pada Bengkel Otomotif dan Fungsinya
Demikian ulasan mengenai jenis-jenis alat ukur panjang dan fungsinya dalam fisika. Setiap jenis alat ukur panjang memiliki ketelitian yang berbeda-beda.(DK)
