Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Bahaya Pangan yang Harus Diwaspadai

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jenis-Jenis Bahaya Pangan. Sumber: Unsplash/Nik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis-Jenis Bahaya Pangan. Sumber: Unsplash/Nik

Pangan adalah salah satu kebutuhan utama manusia. Manusia membutuhkan makanan untuk bisa tetap hidup, sehat, dan melakukan kegiatan dengan normal. Namun, terdapat jenis-jenis bahaya pangan yang patut diwaspadai oleh masyarakat.

Meskipun makanan sangat dibutuhkan, tidak semua makanan aman dikonsumsi. Konsumen harus cermat dalam memilih makanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Jenis-Jenis Bahaya Pangan

Ilustrasi Jenis-Jenis Bahaya Pangan. Sumber: Unsplash/Nancy Hughes

Apa itu bahaya pangan? Mengutip dari Dasar Ilmu Gizi, Wityadarda, dkk (2023:139-140), bahaya pangan merupakan cemaran atau kontaminan yang mengancam keamanan suatu pangan. Bahaya pangan juga merupakan semua yang ada pada pangan yang berpotensi membahayakan konsumen karena bisa menyebabkan penyakit atau menimbulkan luka.

Terdapat jenis-jenis bahaya pangan yang harus diwaspadai oleh masyarakat sebagai berikut.

1. Bahaya Fisik/Benda Lain

Bahaya fisik adalah benda-benda asing yang biasanya berukuran kecil dan bisa membuat suatu pangan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Yang termasuk bahaya fisik pada pangan antara lain pecahan kaca, kerikil, potongan plastik/kayu, serpihan tulang/cangkang, metal, logam, rambut, perhiasan, dan sebagainya.

Apabila benda tersebut ada pada bahan pangan dan tidak sengaja termakan atau tertelan, bisa menyebabkan berbagai risiko. Risiko tersebut misalnya tersedak, gigi patah, melukai rongga mulut, dan lainnya. Efek negatif akan semakin besar jika benda tersebut ukurannya agak besar, keras, dan tajam.

2. Bahaya Kimia

Bahaya kimia pada pangan bisa berasal dari pangan itu sendiri atau racun alami, serta dari zat kimia yang masuk secara sengaja atau tidak sengaja. Contoh racun alami pada pangan adalah racun jamur, racun sianida (pada singkong beracun), racun solanin pada kentang yang berubah menjadi hijau atau bertunas, dan sebagainya.

Sementara itu, contoh cemaran dari zat kimia di luar bahan pangan ragamnya lebih banyak. Cemaran bisa berasal dari limbah industri, asap kendaraan, residu pestisida pada buah dan sayur, bahan tambahan pangan yang tidak sesuai takarannya, dan bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan (boraks).

3. Bahaya Biologis

Dibandingkan dengan dua jenis bahaya pangan lainnya, bahaya biologis adalah yang paling berbahaya. Hal ini terutama pada beberapa jenis mikroba patogen yang mampu menyebabkan keracunan massal dalam waktu singkat. Bahaya biologis ini terdiri dari kelompok bakteri dan nonbakteri (virus, protozoa, kapang).

Baca juga: Manfaat Piramida Makanan dalam Kehidupan

Penjelasan tentang jenis-jenis bahaya pangan tersebut perlu untuk dicermati. Hal ini supaya masyarakat memastikan pangan yang didapatkan aman untuk dikonsumsi. (KRIS)