Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis dan Contoh Cerita Non Fiksi dalam Karya Sastra

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh cerita non fiksi. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Contoh cerita non fiksi. Sumber: unsplash.com

Cerita non fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan kenyataan atau fakta. Dengan kata lain, cerita ini berisi tentang kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. Dalam sebuah cerita non fiksi memuat tokoh, tempat, dan juga peristiwa yang benar-benar nyata. Lalu, apa saja jenis-jenis dan contoh cerita non fiksi dalam karya sastra?

Jenis-Jenis Cerita Non Fiksi

Berikut adalah jenis-jenis cerita non fiksi yang dikutip dari buku Menulis dan Berpikir Kreatif karya Ayu Utami (2021).

  1. Non fiksi murni, yaitu karangan yang berisi tentang cerita yang berdasarkan data-data yang otentik.

  2. Non fiksi kreatif, yaitu karangan yang berisi cerita dengan kejadian sebenarnya, pengalaman nyata, dapat juga menggunakan data real yang dikembangkan menjadi bentuk karangan imajinasi.

Contoh cerita non fiksi. Sumber: unsplash.com

Contoh Cerita Non Fiksi

Adapun contoh cerita non fiksi adalah sebagai berikut.

Tidak dapat dipungkiri penjajahan yang ada di Indonesia dapat memberikan dampak positif. Banyak bahasa serapan yang ada di Indonesia yang berasal dari negara penjajah contohnya saja dari belanda dan bahasa inggris. Sebagai negara kepulauan, maka tentu saja Indonesia memiliki berbagai macam suku, etnis, bahasa yang berbeda di setiap daerah tetapi hal ini tidak menjadikan Indonesia terpecah belah karena Indonesia berpedoman kepada Bhineka Tunggal Ika dengan bahasa pemersatu bahasa Indonesia.

Bahasa yang dipakai sampai saat ini adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia banyak berasal dari bahasa melayu. Hai ini dikarenakan Bahasa Melayu sudah menjadi bahasa perhubungan dan perdagangan. Selain itu Bahasa Melayu sendiri sederhana karena tidak mengenal tingkatan bahasa. Tidak seperti bahasa Jawa yang memiliki tingkatan pada saat menggunakannya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan pendidikan, bahasa melayu semakin dikenal oleh bangsa Indonesia terutama pada peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, pemuda Indonesia telah mengecam agar mengembalikan bahasa Indonesia (bahasa Melayu) sebagai bahasa persatuan bangsa. Hal ini tertuang dalam isi kongres sumpah pemuda: “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan. bahasa Indonesia”. Sejak itulah bahasa Melayu disepakati sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia.

(Anne)