Jenis-Jenis dan Fungsi Cairan Hidrolik pada Alat-Alat Berat

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cairan hidrolik adalah hal yang penting untuk digunakan pada sistem alat berat. Dengan demikian, alat berat bisa berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, beberapa hal yang berkaitan dengannya perlu dipelajari. Misalnya adalah jenis-jenis dan fungsi cairan hidrolik.
Pembelajaran ini bisa dimanfaatkan oleh siswa atau para pemula di bidang terkait. Selain itu, masyarakat umum juga bisa menggunakannya untuk menambah wawasan.
Jenis-Jenis dan Fungsi Cairan Hidrolik
Mengutip buku Teknologi Dasar Otomotif untuk SMK/MAK Kelas X, Arif Yunianto, S.Pd. dan Saryanto, S.Pd.T.,M.Pd., Gr. (2020: 170), kata hidrolik berasal dari bahasa Inggris hydraulic yang berarti cairan atau minyak. Hidrolik merujuk pada peralatan yang memanfaatkan konsep tekanan.
Cairan dibutuhkan di dalam peralatan tersebut agar bisa bekerja sesuai prinsip tekanan dengan semestinya. Penjelasan tentang hal tersebut dapat diketahui lebih lanjut dalam jenis-jenis dan fungsi cairan hidrolik berikut ini.
A. Jenis-Jenis Cairan Hidrolik
Ada berbagai jenis cairan hidrolik yang pernah atau sampai saat ini digunakan oleh berbagai sistem seperti alat berat. Berikut penjelasannya.
1. Air
Air adalah cairan hidrolik yang telah digunakan terlebih dahulu dibandingkan jenis lainnya. Telebih lagi, jenis cairan ini bisa diperoleh dengan murah, mudah, bahkan tahan api sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan.
Bagaimanapun juga, jenis cairan ini bisa membuat peralatan menjadi lebih mudah berkarat. Belum lagi air memiliki temperatur kerja yang sempit dan tidak bisa melumasi alat dengan baik.
2. Elmusi Minyak
Elmusi minyak adalah campuran dari oli dan air. Namun campuran ini tidak bisa dibuat dengan sembarangan karena ada perbandingan yang disesuaikan dengan keperluan. Selain itu, ada juga bahan lain agar kualitas sistem hidrolik meningkat.
Jenis cairan ini bisa meminimalisir peluang pengkaratan pada sistem hidrolik. Sayangnya, cairan ini bisa terbakar dengan mudah serta beresiko saat digunakan pada suhu tinggi.
3. Oli
Jenis ini paling banyak digunakan di berbagai sistem hidrolik, termasuk pada alat berat. Oli hadir untuk meningkatkan kualitas sistem hidrolik dan meminimalisir kekurangan cairan yang lain.
Oli bisa melumasi sistem sehingga dapat meminimalisir keausan. Selain itu, oli dapat mengalir dengan mudah, bersifat stabil, serta tak bisa lebih dimampatkan lagi.
B. Fungsi Cairan Hidrolik
Fungsi cairan hidrolik antara lain:
Melumasi komponen hidrolik
Menjadi medium penerus daya pada sistem
Membuat komponen-komponen menjadi lebih dingin
Membuat bagian-bagian yang mengalami tekanan menjadi lebih rapat
Baca juga: 12 Kelebihan dan 3 Kekurangan Sistem Kerja Hidrolik dalam Alat Berat
Itulah jenis-jenis dan fungsi cairan hidrolik. Selain pada alat berat, cairan hidrolik juga bisa ditemukan pada kendaraan umum. (LOV)
