Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis dan Fungsi Cairan Hidrolik pada Alat-Alat Berat

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-Jenis dan Fungsi Cairan Hidrolik, Sumber Unsplash Gerold Hinzen
zoom-in-whitePerbesar
Jenis-Jenis dan Fungsi Cairan Hidrolik, Sumber Unsplash Gerold Hinzen

Cairan hidrolik adalah hal yang penting untuk digunakan pada sistem alat berat. Dengan demikian, alat berat bisa berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, beberapa hal yang berkaitan dengannya perlu dipelajari. Misalnya adalah jenis-jenis dan fungsi cairan hidrolik.

Pembelajaran ini bisa dimanfaatkan oleh siswa atau para pemula di bidang terkait. Selain itu, masyarakat umum juga bisa menggunakannya untuk menambah wawasan.

Jenis-Jenis dan Fungsi Cairan Hidrolik

Jenis-Jenis dan Fungsi Cairan Hidrolik, Sumber Unsplash Ade Adebowale

Mengutip buku Teknologi Dasar Otomotif untuk SMK/MAK Kelas X, Arif Yunianto, S.Pd. dan Saryanto, S.Pd.T.,M.Pd., Gr. (2020: 170), kata hidrolik berasal dari bahasa Inggris hydraulic yang berarti cairan atau minyak. Hidrolik merujuk pada peralatan yang memanfaatkan konsep tekanan.

Cairan dibutuhkan di dalam peralatan tersebut agar bisa bekerja sesuai prinsip tekanan dengan semestinya. Penjelasan tentang hal tersebut dapat diketahui lebih lanjut dalam jenis-jenis dan fungsi cairan hidrolik berikut ini.

A. Jenis-Jenis Cairan Hidrolik

Ada berbagai jenis cairan hidrolik yang pernah atau sampai saat ini digunakan oleh berbagai sistem seperti alat berat. Berikut penjelasannya.

1. Air

Air adalah cairan hidrolik yang telah digunakan terlebih dahulu dibandingkan jenis lainnya. Telebih lagi, jenis cairan ini bisa diperoleh dengan murah, mudah, bahkan tahan api sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan.

Bagaimanapun juga, jenis cairan ini bisa membuat peralatan menjadi lebih mudah berkarat. Belum lagi air memiliki temperatur kerja yang sempit dan tidak bisa melumasi alat dengan baik.

2. Elmusi Minyak

Elmusi minyak adalah campuran dari oli dan air. Namun campuran ini tidak bisa dibuat dengan sembarangan karena ada perbandingan yang disesuaikan dengan keperluan. Selain itu, ada juga bahan lain agar kualitas sistem hidrolik meningkat.

Jenis cairan ini bisa meminimalisir peluang pengkaratan pada sistem hidrolik. Sayangnya, cairan ini bisa terbakar dengan mudah serta beresiko saat digunakan pada suhu tinggi.

3. Oli

Jenis ini paling banyak digunakan di berbagai sistem hidrolik, termasuk pada alat berat. Oli hadir untuk meningkatkan kualitas sistem hidrolik dan meminimalisir kekurangan cairan yang lain.

Oli bisa melumasi sistem sehingga dapat meminimalisir keausan. Selain itu, oli dapat mengalir dengan mudah, bersifat stabil, serta tak bisa lebih dimampatkan lagi.

B. Fungsi Cairan Hidrolik

Fungsi cairan hidrolik antara lain:

  • Melumasi komponen hidrolik

  • Menjadi medium penerus daya pada sistem

  • Membuat komponen-komponen menjadi lebih dingin

  • Membuat bagian-bagian yang mengalami tekanan menjadi lebih rapat

Baca juga: 12 Kelebihan dan 3 Kekurangan Sistem Kerja Hidrolik dalam Alat Berat

Itulah jenis-jenis dan fungsi cairan hidrolik. Selain pada alat berat, cairan hidrolik juga bisa ditemukan pada kendaraan umum. (LOV)